Kawasan PT NHR, Inhu Rawan Kamtibmas, Satu Orang Korban Pengeroyokan

Inhu, Indonesia-Kawasan PT Nikmat Holona Reksa (NHR), di Desa Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau rawan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Hingga Rabu (15/11-2023) lalu, akses jalan ke luar-masuk PT NHR masih lumpuh. Pada Rabu itu pula para karyawan mulai memperbaiki jalan tersebut.

Lumpuhnya akses jalan akibat adanya pemblokiran yang diduga kuat didalangi oknum Mukh dan kroni-kroninya dengan mengatasnamakan pihak Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTTI—KSPSI) pada 2 November 2023 lalu.

Sejak dimulainya perbaikan akses jalan pada 15 November tersebut, pihak karyawan sekaligus membuat laporan ke Polres Kabupaten Inhu agar mendapat pengamanan, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Jauh-jauh hari sebelumnya, berdasarkan informasi, seluruh karyawan PT NHR  menyampaikan aspirasinya ke pelbagai instansi namun belum mendapat kepastian kapan karyawan dapat bekerja Kembali pasca terjadi pemblokiran jalan.

Aksi premanisme

Begitu para karyawan PT NHR berupaya memperbaiki akses jalan, terjadi aksi pengeroyokan terhadap para pekerja oleh oknum Mukh dan gerombolannya. Salah seorang karyawan bernama Iqbal mengalami cedera, Kamis (16/11-2023).

Manajemen PT NHR melalui Manager human resource development (HRD) dan Legal, ME Purba kepada wartawan membenarkan kejadian pengeroyokan yang dilakukan anggota SPTI SPSI kubu Mukh.

ME Purba menjelaskan, pengeroyokan terjadi pada pagi sekira pukul 09.45 WIB.  Ketika itu, Iqbal dan kawan-kawan hendak melakukan monitoring ke lapangan terkait jalan yang dirusak oleh Mukh dan kawan-kawan. Begitu melintas di depan Posko FSPTI, massa Mukh spontan melakukan pengeroyokan secara membabi-buta.

Akibatnya, Iqbal dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari, Rengat, Kabupaten Inhu untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

ME Purba dalam keterangannya menyebut, sampai di RSUD kondisi Iqbal mual dan pusing. Iqbal dalam pengakuannya menerangkan, pada bagian kepalanya dipukuli. “Kami kini sedang membuat laporannya di kantor Polres Inhu,” pungkas ME Purba.

Dia meminta agar aparat penegak Hukum segera  mengambil sikap tegas atas aksi premanisme tersebut. “Sampai kapan hal seperti ini terjadi? Apakah sampai ada korban jiwa berikutnya?” ujarnya. mp

2,645 total views, 6 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish