Enam Bulan Lebih Jadi Guru Agama Kristen SMAN tanpa Gaji, Akhirnya “Tumbang” Juga
Riau, Indonesia–Baru cuma enam bulan saja tanpa digaji menjadi guru agama Kristen pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, akhirnya “tumbang” juga. Tak sanggup lagi terus mengajar. Negara memang tak mampu memberikan biaya transportasi, apalagi membayar honor atau gaji guru agama Kristen di situ.
Itulah yang dialami Dina Ria.
Sejak berita ini tayang, sudah lebih setengah tahun SMAN 17 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau tidak memiliki guru agama Kristen.
Itu terjadi sejak Dina Ria tidak lagi mengajar agama Kristen pada awal Februari 2026 di sana. Dia mulai mengajar di SMAN 17 Pekanbaru pada Juli 2025.
Sedangkan dari jumlah murid yang ada di SMAN 17, lebih dari 60 persen beragama Kristen (Protestan dan Katolik), sebagaimana penjelasan Kepala Sekolah (Kepsek) bernama Elmida kepada dataprosa.com, Selasa (14/4-2026) di gedung SMAN 17, Kota Pekanbaru.
SMAN 17 berlokasi di Jalan Fajar Raya, RT 006, RW 003, Kelurahan Bandarraya, Kecamatan Payung Sekaki.
“Berat rasanya meninggalkan para murid,” ujar Dina Ria kepada dataprosa.com melalui sambungan telepon, Selasa (10/3-2026) lalu. Dia mengisahkan, perpisahan dirinya dengan para pelajar itu mengharukan. Dina bilang, hubungan dirinya dengan para murid cukup komunikatif.
Kepada dataprosa.com Dina menyebut, selama mengajar di SMAN 17 itu dia sama sekali tidak menerima honor.
Dina juga menjelaskan, saat dirinya mendaftar menjadi guru agama Kristen di SMAN 17, pihak sekolah memang sudah menyatakan tidak memiliki dana untuk membiayai guru agama Kristen.
Tapi meski sudah mengetahui bahwa di negara ber-ideologi Pancasila yang mengharuskan rakyatnya beragama ini tidak punya duit untuk membayar guru agama Kristen di SMAN 17, wanita yang sudah bersuami itu rela juga menjadi guru tanpa bayaran apa pun.
Apa yang disampaikan Dina dibenarkan Elmida. SMAN 17 memang tak punya uang untuk membayar guru agama Kristen. Dia menyebut, Dina merupakan sukarelawan yang mengajar di sekolah yang dipimpinnya itu.
Lha, kalau begitu, bagaimana caranya para murid belajar agama sejak ditinggalkan Dina?
“Dari gereja,” tutur Elmida. Dia menambahkan, soal-soal ujian pun di-distribusi-kan dari gereja.
Elmida kemudian menginformasikan kepada dataprosa.com, Dina mengajar di salah satu Sekolah Dasar di Pekanbaru, seperti yang juga disampaikan Dina sebelumnya kepada media ini. red
186 total views, 21 views today
