Pemkab Terkesan Abaikan Saran Fraksi PDI Perjuangan

Anotona Nazara

Kampar, Indonesia-Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Kampar sangat menyesali sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar yang terkesan mengabaikan dan tidak menanggapi saran dari Fraksi PDI Perjuangan dalam rapat paripurna yang berlangsung pada Selasa (7/7/20), di Ruang Rapat Paripurna, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar di Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Saran dan pandangan dari Fraksi PDI Perjuangan yang disampaikan pada Senin (6/7) itu sama sekali tidak mendapat respon atau tanggapan dari Pemkab Kampar saat paripurna kedua pandangan fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2019, Selasa (7/7).

Rapat dihadiri Bupati diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh kepala dinas di Kabupaten Kampar. 

Pada rapat paripurna tersebut Fraksi PDI Perjuangan dalam pandangannnya menyampaikan bahwa Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2019 ini merupakan gambaran tentang hasil dan kinerja keuangan Pemkab Kampar selama tahun  2019, berupa laporan keuangan pemerintah daerah berbasis aktual yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap realisasi pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2019.

Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan Anotona Nazara menyampaikan beberapa catatan dan pertanyaan antara lain:
1. Realisasi pendapatan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu hanya 44,3%.
Lebih kurang Rp3,5 miliar dari Rp8 miliar yang ditargetkan. Dalam rapat, Fraksi PDI Perjuangan meminta penjelasan terkait hambalan-hambatan pada sektor ini.

2. Fraksi PDI Perjuangan juga meminta penjelasan terkait Belanja Subsidi yang hanya terealisasi 41,79% (Rp1,3 miliar) dari Rp3,1 miliar yang dianggarkan.

3. Dalam Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan tahun 2019 pada mata anggaran pendapatan daerah dari lain-lain pendapatan daerah yang sah terdapat anggaran yang tidak terealisasi sama sekali dari target yang cukup besar direncanakan. Yaitu dari mata anggaran Kesejahteraan dan Pelayanan Dasar Publik. Masing-masing Rp13,5 miliar dan Rp9,3 miliar. Fraksi PDI Perjuangan memohon penjabaran Iebih Ianjut mengenai ini.

4. Belanja Beasiswa Pendidikan pegawai negeri sipil (PNS) berupa beasiswa tugas belajar S2 hanya terealisasi 41,64%. Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan, apakah hal itu karena rendahnya minat PNS untuk melanjutkan pendidikan atau karena prodesurnya yang cenderung sulit? 

Juru bicara Fraksi PDI perjuangan Anotona Nazara menyebutkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia apatur negara berkorelasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, pendidikan lanjutan untuk para pegawai tidak kalah penting.

5. Setiap tahun dalam catatan atas Iaporan keuangan, Fraksi PDI Perjuangan selalu membaca hambatan yang itu-itu saja dalam pencapaian target. Yaitu: Lemahnya sumber daya manusia (SDM) yang berhubungan dengan penatausahaan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terutama Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD pada umumnya yang tidak menguasai peraturan tentang pengelolaan keuangan daerah, kurangnya bimbingan teknis dan peraturan tentang pengelolaan keuangan yang selalu berubah-ubah.

“Semoga ke depan ada pembenahan serius pada sektor ini. Agar kita tidak mendengar alasan-alasan klise itu Iagi,” kata Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan.

Usai sidang, kepada wartawan Nazara membeberkan, pandangan yang disampaikan Fraksi PDI Perjuangan dalam rapat paripurna itu tidak mendapat respon atau tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Kampar.

Nazara menambahkan, pihaknya sangat menyayangkan sikap pemerintah yang sepertinya mengabaikan saran dan catatan bahkan pertanyaan Fraksi PDI Perjuangan. “Karena apa yang kita pertanyakan kita anggap penting. Tidak kalah pentingnya dengan hal-hal lain,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, dalam paripurna yang baru dilaksanakan, itu Fraksi PDI Perjuangan dengan serius duduk mendengar dan menunggu jawaban dari Pemkab Kampar atas pertanyaan yang disampaikan kemarin lewat pandangan Fraksi PDI Perjuangan  terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2019.

“Akan tetapi kita tidak mendengar jawaban Pemerintah Daerah melalui Sekda Kampar Drs Yusri, M.Si. Dan hal itu sangat kita sayangkan dan kita harap tidak terulang lagi,” tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, Fraksi PDI Perjuangan segera melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu termasuk berencana menyurati pihak Pemerintah Kabupaten Kampar dengan tembusan Menteri Dalam Negeri dan pihak terkait lainnya.

Sementara itu Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto diwakili Sekda Kampar Yusri saat paripurna berlangsung mengapresiasi tanggapan yang diberikan  oleh seluruh fraksi atas capaian  laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten kampar tahun 2019.

Yusri menyebut, beberapa capaian tersebut antara lain, Pemkab Kampar pada 2019 kembali meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau empat kali berturut-turut. Menurut Yusri, hal ini kembali diraih karena Pemkab Kampar meraih penghargaan dari pemerintah pusat dengan meraih Dana Insentif Pusat (DID) lebih kurang Rp52,7 miliar.

Kemudian untuk realisasi pendapatan Kampar tahun 2019 sendiri lebih kurang Rp2,740 triliun dari target Rp2,698 triliun. Peningkatan itu diraih dari kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditarget hanya Rp235 miliar, akan tetapi Pemkab Kampar meraih PAD lebih kurang Rp262 miliar. “Artinya, realisasi PAD Kampar tahun 2019 surplus sebasar Rp27 miliar,” terang Yusri.

Selanjutnya, ke depan Pemkab Kampar akan terus berupaya meningkatkan PAD, walaupun masih ada beberapa kendala, yakni banyak retribusi dan PAD ditunda pemerintah karena Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) dari provinsi belum selesai.

Kemudian ada peningkatan Pendapatan Transfer Rp 2,360 triliun melebihi dari target Rp 2,246 triliun. Peningkatan ini melebihi target lebih kurang Rp 14 miliar. rls/dp-01

249 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia