Armada Bertambah, DLHK Juga Tangani Langsung Persampahan

Menurut informasi di lapangan, tampak pada foto dump truck baru, yang dibeli pada 2019. Foto: dok dataprosa.com

Pekanbaru, Indonesia-Di tahun anggaran 2019, di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau bertambah lagi satu armada truk pengangkut sampah dari puluhan unit jumlah yang ada sebelumnya.

Duit untuk membeli dump truck itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pekanbaru 2019.

Dari hasil pelaksanaan lelang, jelas diketahui bahwa pembelian dump truck itu melalui mekanisme tender. Bukan dengan cara e-purchasing.

Lalu, siapa yang mengoperasikan dump truck tersebut? Bisa jadi, selama ini publik hanya mengetahui bahwa sampah yang ada di Kota Bertuah ini, khususnya sampah yang berasal dari rumah-rumah warga, diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh pihak swasta.

Misalnya, berdasarkan catatan dataprosa.com, sesudah melalui mekanisme tender, ada dua perusahaan yang bertugas mengangkut sampah di kota ini. Biayanya bersumber dari APBD Pekanbaru mulai dari tahun anggaran 2018 hingga 2020.

Pertama, PT Godang Tua Jaya. Oleh pihak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, perusahaan dari Jakarta Timur ini bertugas mengangkut sampah di area Zona 1 Pekanbaru meliputi Kecamatan Tampan, Payung Sekaki, Marpoyan Damai dan Kecamatan Pekan Baru Kota. Dengan Harga Penawaran Rp73.003.586.359.

Untuk Zona 2, selaku pemenang tender, PT Samhana Indah perusahaan yang berasal dari Jakarta Barat itu bertugas mengurusi sampah meliputi Kecamatan Sukajadi, Senapelan, Pekanbaru Kota, Lima Puluh, Sail, Bukit Raya dan Kecamatan Tenayan Raya. Dengan Harga penawaran Rp86.042.828.344. Sebagaimana dilansir Oketimes.com, kegiatan Pengadaan Pengangkutan Sampah Zona 2 ini bermasalah. Diduga ada penyimpangan. Kasus ini kini tengah diproses Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, yang sudah berlangsung lebih dari 4 bulan.

Dari keadaan itu, apakah pembelian 1 unit dump truck pada tahun anggaran 2019 itu digunakan untuk armada angkutan sampah kedua perusahaan tersebut? Ternyata, dari hasil penelusuran dataprosa.com di lapangan, dump truck digunakan langsung oleh pihak DLHK Pekanbaru untuk mengangkut sampah dengan mempekerjakan Tenaga Harian Lepas (THL). Usut punya usut, termasuk armada yang terbaru, itu diperkirakan ada 22 unit dump truck pelbagai merek yang aktif beroperasi mengangkut sampah setiap hari. Dengan mempekerjakan ratusan THL di bawah kontrol langsung pihak DLHK Pekanbaru.

Menurut sumber dataprosa.com, selain kedua Zona tadi, kabarnya ada juga Zona yang terdiri dari Kecamatan Rumbai Bukit dan Rumbai Pesisir. Zona ini ditangani langsung DLHK yang tempat parkir armadanya seluruhnya di komplek Gedung Workshop DLHK yang lokasinya di Jalan Rawamangun, tidak begitu jauh dari Kantor DLHK Pekanbaru yang berkedudukan di Jalan Parit Indah.

Sebagaimana hasil pengumuman lelang Pengadaan Alat Angkut Sampah Dump Truck DLHK Tahun Anggaran 2019 yang sudah dipublikasi, dari 3 peserta tender, CV Natasya Mulya Perkasa muncul sebagai pemenang dengan harga penawaran Rp 418.660.000. Peserta lainnya, di antaranya Parambahan Jaya mengajukan penawaran Rp418.550.000.

Ada pun pagu paket Pengadaan Alat Angkut Sampah Dump Truck tersebut Rp420.000.000 dengan Harga Perhitungan Sendiri paket (HPS) Rp419.100.000.

Selain Zona 1 dan 2, benarkah ada “Zona 3” yakni Kecamatan Rumbai Bukit dan Rumbai Pesisir yang pelaksanaan pekerjaan pengangkutan sampah ditangani langsung DLHK dengan mempekerjakan THL itu?

Lantas, dengan bertambahnya 1 unit armada angkutan sampah sejak tahun 2019 lalu, itu apakah benar armada ini untuk kepentingan pengangkutan sampah yang langsung dilakukan DLHK? Sejak armada bertambah dengan beroperasinya dump truck yang baru tersebut, apakah ada pengaruhnya terhadap bertambah atau tidaknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru dari sektor persampahan?

Guna melakukan konfirmasi, dataprosa.com sudah berhari-hari bolak-balik untuk menjumpai Kepala DLHK Kota Pekanbaru Agus Pramono ke kantornya, tidak berada di tempat. Terakhir, Jumat (14/8-2020) pagi, kepada dataprosa.com di Gedung DLHK Pekanbaru di Jalan Parit Indah, Ferdriansyah Putera yang mengaku sebagai penerima tamu Agus Pramono menjelaskan bahwa Kepala Dinas memang ada. Tapi tidak bisa ditemui karena Kadis, kata Ferdriansyah, buru-buru segera berangkat ke Komplek Perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayan Raya. Dalam memberikan keterangan itu dia didamping David, Bagian Keamanan DLHK Pekanbaru.

Begitu juga dengan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Persampahan bernama Adil Putra yang berusaha berulangkali dihubungi dataprosa.com ke Gedung DLHK. David Bagian Keamanan tersebut berkali-kali pula menginformasikan Adil tidak berada di tempat. Bahkan, beberapa kali juga David mengarahkan agar dataprosa.com menghubungi Adil ke Gedung Workshop DLHK di Jalan Rawamangun, namun tidak juga ada di sana. “Bapak belum masuk,” ujar salah seorang di Bagian Keamanan di sana bernama Anto, Jumat (14/8-2020). Di Gedung Workshop tersebut ada sejumlah dump truck pengangkut sampah lagi parkir. tim/dp-01


215 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia