Diduga Rugikan Negara Rp1.513.639.817, LSM APIJ Laporkan Pembangunan Sarpras Dispora ke Kejati DKI Jakarta

JAKARTA, INDONESIA – Temukan konstruksi bangunan yang sudah banyak mengalami kerusakan, Badan Pengurus Pusat Lembaga Swadaya masyarakat ALiansi Perduli Indonesia Jaya (BPP LSM APIJ) melakukan penelusuran data untuk dicocokkan dengan fakta lapangan, dan berdasarkan keterangan yang terdapat dalam website LPSE DKI Jakarta kalau kegitan tersebut adalah pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga tahun anggaran 2019, pemenang lelang kegiatan tersebut adalah CV. Mega Copilas, Temuan temuan yang diperoleh APIJ akhirnya dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam surat Nomor : 96.1/LP/LSM-APIJ/IX/2022 tertanggal surat 5/9/222.

Kepada Awak media Ketua Umum LSM APIJ Parluhutan Simanjuntak mengatakan potensi kerugian Negara mencapai Rp1.513.639.817, berdasarkan dugaan kecurangan berupa pengurangan volume, pengubahan spesifikasi barang dan pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan uraian Gambar rencana, spesifikasi teknis, Kerangka acuan kerja dan juga Bill Of Quantity.

“APIJ telah menyampaikan laporan dugaan korupsi terkait pembangunan salah satu sarana dan prasarana olahraga di DKI Jakarta yang dikerjakan oleh CV. Mega Copilas, ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Berdasarkan temuan serta penelusuran, kita sangat prihatin dengan kondisi fisik bangunan yang menelan anggaran Rp.3.962.958.000,- (tiga miliar sembilan ratus enam puluh dua juta sembilan ratus lima puluh delapan ribu rupiah), dan potensi kerugian Negara dari pekerjaan tersebut mencapai “Rp1.513.639.817, (satu milliar limaratus tiga belas juta enam ratus tiga puluh sembilan ribu delapan ratus tujubelas rupiah)” tandas Parluhutan Simanjuntak.

Menurut Ketua Umum APIJ, Parluhutan Simanjuntak, yang juga merupakan Alumni Magister Akutansi dari Universitas Indonesia menyebutkan kalau LSM APIJ telah menguraikan semua temuan yang menjadi dasar dugaan korupsi dalam surat laporan yang disampaikan, dan juga melampirkan semua surat klarifikasi dan jawaban dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Achmad Firdaus. .

“semua telah APIJ uraiakan dalam surat klarifikasi yang APIJ sampaikan pada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, kemudian semua surat dan juga tanggapan kita jadikan sebagai lampiran. Pokoknya semua telah terang benderang APIJ uraikan, dan biarlah pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang melakukan pendalaman dan pemeriksaan”tutup Alumni Strata satu Universitas Sumatera Utara yang juga pernah bekerja di kantor akuntan publik PricewaterhouseCoopers (PwC) tersebut.***p3

169 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia