Media Siber Jangan Hanya Kejar Rating

Mangapul Sihombing dan Uparlin TS Maharadja.

Pekanbaru, Indonesia-Pemimpin Umum media siber Riaubangkit.com Mangapul Sihombing merasa puas dan bangga.

Hal itu disampaikannya kepada wartawan melalui sambungan telepon di Pekanbaru, Senin (19/10-2020).

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 media siber Riaubangkit.com, manajemen PT Bangkit Persada Riau yang menaungi media online ini menggelar Pelatihan Jurnalistik guna meningkatkan profesionalisme para wartawannya.

Perayaan HUT sekaligus Pelatihan berlangsung satu hari, mulai pagi hingga menjelang sore, di Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (17/10-2020) diikuti wartawan Riauangkit.com baik yang di Pekanbaru maupun yang datang dari berbagai daerah.

Mangapul merasa puas dan bangga, karena acara maupun pelatihan berjalan lancar dan diikuti kurang-lebih 50-an wartawan dengan penuh semangat.

Pada pelaksanaan pelatihan, pihak Panitia acara mengundang pembicara yang sudah tidak asing lagi di Riau, yaitu Wahyudi EL Panggabean Direktur Pekanbaru Journalist Center (PJC) dan Uparlin TS Maharadja yang kini tengah mengikuti tahap akhir Penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS), Jakarta. Mangapul sendiri juga ikut sebagai pembicara. Bertindak selaku Moderator David Leo Lase, Wartawan Utama.

Tampil sebagai pembicara ke-tiga, sebelum memaparkan materi pelatihan terkait “Pembatasan Kebebasan Pers Ditinjau dari Aspek Hukum Pidana,” pria yang juga merupakan salah satu Advocat di Riau ini menekankan, media siber jangan hanya mengejar rating saja.

Pengertian rating menurut para ahli, yaitu suatu penilaian atau evaluasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu terhadap suatu hal. Rating diukur dengan berbagai skala atau scale dengan indikator-indkator tertentu.

Menurut Mangapul, rating bukan hal utama. Yang terpenting, wartawan menyajikan fakta dan data. Dia menyebutkan, menyampaikan informasi secara obyektif dan berimbang antara lain menunjukkan bahwa wartawan itu melaksanakan profesinya secara profesional.

Pria yang akrab disapa Apul itu kemudian berharap, nantinya para wartawan Riaubangkit.com dapat mengikuti UKW.

Heboh

Di tengah-tengah berlangsungnya Pelatihan Jurnalistik itu, suasana sempat heboh, gara-gara peserta bernama Ansori meminta tanggapan kepada pembicara terhadap satu permasalahan.

Ansori mengilustrasikan, bagaimana dalam satu momen seorang wartawan lagi berbincang-bincang dengan seseorang atau sejumlah orang. Lantas, tanpa ba-bi-bu, tiba-tiba saja bagian dari obrolan itu terbit (tayang) di media.

Narasi yang dilontarkan peserta Pelatihan itu kemudian menimbulkan reaksi “panas.” Ansori meminta pendapat kepada Uparlin yang giliran tampil sebagai pembicara, pada sesi tanya-jawab.

Beragam tanggapan dari hadirin pun muncul. Ada yang menyatakan, menayangkan informasi menjadi berita di media massa tanpa “aba-aba” kepada narasumber, menimbulkan kesan seakan-akan Si Wartawan memasang “jebakan.” Alasannya, jika Si Wartawan memberi tahu kepada narasumber bahwa informasi bagian dari obrolan tadi akan diterbitkan atau tayang, narasumber masih memiliki kesempatan memberi penjelasan, mana informasi yang perlu ditambah atau dianggap tidak relevan, umpamanya. 

Bahkan dari “bisik-bisik” yang sampai ke telinga dataprosa.com yang berada di tengah-tengah peserta, menyebutkan informasi yang diperoleh wartawan dari suatu bincang-bincang untuk kemudian sekonyong-konyong nongol di media massa, bisa jadi itu berita “liar.” Produk jurnalistik yang menghasilkan berita “liar.”

Menanggapi narasi yang disampaikan Ansori, Uparlin selaku pemateri menyatakan, sejalan dengan Kode Etik Jurnalistik Indonesia (KEJI), setiap wartawan melakukan tugas jurnalistik, terlebih dahulu memperkenalkan diri dan maksud kedatangan.

Uparlin kemudian mengarahkan, layak atau tidak suatu informasi menjadi berita, harus sesuai dengan koridor KEJI. “KEJI merupakan roh bagi wartawan untuk menjalankan tugas jurnalistik yang profesional,” ucap pria yang lulus Uji Kompetensi Wartawan jenjang Utama pada Maret 2017 di LPDS Jakarta itu.

Selain Yosman Matondang, turut hadir tamu undangan peninjau, antara lain Ramses Marbun wartawan media online dataprosa.com dan Syamsul Bahri Panjaitan wartawan riaupagi.com (bukan koranpagi sebagaimana pemberitaan sebelumnya). dp-01

236 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia