Oknum-Oknum Pengurus KNES Diperiksa Polres Kampar

Bagian kebun sawit dari luas lahan 2.800 hektare di Desa Senama Nenek. Foto: dataprosa.com

Pekanbaru, Indonesia-Dari informasi dan data yang diperoleh dataprosa.com, dua oknum pengurus Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES), Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau yakni inisial Soer dan KS dipanggil oleh pihak Polres Kampar melalui surat tertanggal 11 Mei 2020 untuk hadir pada 15 Mei 2020 di Polres Kampar untuk dimintai keterangan/klarifikasi.

Sebagaimana laporan warga Senama Nenek, kuat indikasi, oknum pengurus KNES melakukan pemotongan gaji anggota KNES mulai bulan Januari, Februari dan Maret 2020.

Salah seorang pengurus KNES yang dipanggil yakni KS yang dihubungi dataprosa.com, Sabtu (23/5-2020) dari Kota Pekanbaru melalui sambungan telepon, membenarkan bahwa pihaknya mendapat surat panggilan dari Polres Kampar guna memberikan keterangan.

Berdasarkan informasi dan data yang diperoleh dataprosa.com, warga Senama Nenek yang terdiri dari Anak Kemanakan pernah melayangkan Surat Pengaduan yang ditujukan kepada Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Provinsi Riau tertanggal 29 April 2020.

Dalam Surat Pengaduan itu Anak Kemanakan Desa Senama Nenek merasa kecewa dengan adanya pemotongan gaji hasil kebun mereka yang dilakukan pihak KNES.

Oleh karena itu Anak Kemanakan meminta penjelasan rincian pemotongan gaji oleh pengurus KNES pada bulan Januari, Februari dan Maret 2020.

Akibat dari pemotongan tersebut, dari segi keuangan, warga Senama Nenek merasa dirugikan.

“Pemotongan tersebut tanpa musyawarah dan persetujuan kami selaku penerima lahan 2800 hektare dimana gaji pada bulan Januari 2020 diterima Rp2.017.000, pemotongannya Rp1.492.328. Pada Februari 2020 jumlahnya Rp1.300.000 pemotongannya Rp1.655.282. Pada Maret 2020 gaji yang diterima Rp1.080.000 pemotongan Rp1.767.607 dimana pemotongan tersebut sebanyak 1385 kapling/surat/bidang,” kata warga Senama Nenek sebagaimana tertulis pada Surat Pengaduan tersebut.

Sebelum melayangkan Surat Pengaduan ke Polda Riau, sebenarnya Anak Kemanakan tersebut sudah pernah mengirimkan surat ke pihak KNES tertanggal 6 April 2020.

Isi Surat yang ditujukan kepada KNES itu meminta penjelasan dan rincian pemotongan gaji yang dikakukan pengurus KNES pada bulan Januari, Februari dan Maret 2020. Namun Surat tersebut tak pernah mendapat jawaban. Yang menyebabkan warga anggota KNES merasa kecewa.

Dengan kejadian itu, warga yang mengadu tersebut memohon dan meminta kepada Kapolda Riau untuk melakukan proses hukum.

Kepada dataprosa.com, KS membantah bahwa pihaknya melakukan pemotongan terhadap gaji anggota KNES seperti yang diadukan Anak Kemanakan tersebut.

Guna melakukan konfirmasi, Kapolres Kabupaten Kampar melalui Kanit I Satreskrim Polres Kampar Aiptu Fadillah SH yang dihubungi dataprosa.com lewat sambungan telepon maupun pesan singkat, nomor yang dituju terhubung namun tak ada balasan. dp-01

1,737 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia