Proyek Fisik Diduga “Nyelonong” di Kantor Uji Kir Pekanbaru

Plang nama proyek: Pembuatan Pagar Pembatas Kantor UPT PKB

Pekanbaru, Indonesia-Di lingkungan kantor Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor, Dinas Perhubungan (UPT PKB Dishub) yang berlokasi di Panam, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, di tahun anggaran 2020 ini ada beberapa kegiatan fisik yang tengah berlangsung.

Begitu memasuki halaman kantor, sebagaimana pemantauan dataprosa.com bersama seorang rekan dari media online, Sabtu (21/11-2020), pada bagian kanan lingkungan kantor terlihat beberapa orang yang tengah mengerjakan Pembuatan Pagar Pembatas Kantor UPT PKB.

Tak hanya itu, di sebelah kanan gedung ada juga yang mengerjakan kanopi. Lalu, begitu memasuki gedung utama kantor, di dalam ada pula pekerjaan rehab ruangan.

Di salah satu bangunan yang ada di lingkungan UPT PKB, tertempel semacam baleho yang dijadikan sebagai plang proyek. Harga “baleho” tersebut diperkirakan tak sampai Rp50 ribu. Di situ tertulis  nama pekerjaan, yakni Pembuatan Pagar Pembatas Kantor UPT PKB. Berbiaya dengan nilai kontrak Rp160 juta. Kontraktor Pelaksana CV Buana Jaya Nusantara. Meski Tanggal dan Nomor Surat Perintah Kerja (SPK) tercatat, tapi di sana tidak tercantum sumber dana. Apakah berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni atau APBD Perubahan.

Lantas, apakah pekerjaan kanopi dengan rehab ruangan yang berada di dalam gedung utama merupakan satu proyek? Atau memang beda kegiatan?

“Kami tidak mengerjakan rehab ruangan, Pak,” kata salah seorang yang tengah bekerja di bagian kanopi.

Lalu, berapa biaya masing-masing pekerjaan selain pembuatan pagar? Dari mana sumber dana dan tahun anggaran berapa?

Bagaimana dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tentang proyek-proyek fisik tersebut?

Baik Muhamad Nasri Kepala UPT PKB, Dishub Kota Pekanbaru hingga Sunarko Sekretaris Dishub Pekanbaru yang dihubungi wartawan masing-masing di tempat terpisah dan waktu yang berbeda, tidak mengetahui perihal proyek-proyek fisik yang kini tengah berlangsung di kantor UPT PKB tersebut.

“Saya tidak tahu-menahu tentang proyek itu,” begitu sahut Nasri kepada wartawan di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Kepala Tata Usaha (KTU) UPT PKB bernama Putra yang dihubungi wartawan, Sabtu (21/11-2020) menjelang tengah hari, di ruang kerjanya bahkan menerangkan dirinya tak berwenang menjelaskan tentang proyek-proyek fisik tersebut. Kepada wartawan Putra menegaskan, dirinya bekerja sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi).

Sebegitu banyaknya pegawai yang ngumpul, khususnya di UPT PKB di Dishub Kota Pekanbaru yang dipimpin Yuliarso selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru itu, tak satu pun yang dianggap kompeten yang bersedia menjelaskan latar belakang proyek-proyek tersebut dengan sejelas-jelasnya kepada rakyat melalui media. dp-01

185 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia