Sambut HUT ke-5 Riaubangkit.com Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik

Uparlin TS Maharadja tengah menyampaikan pemaparan didamping Moderator David Leo Lase. Foto: dok dataprosa.com.

Pekanbaru, Indonesia-Dari pemantauan dataprosa.com, pelaksanaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 media online Riaubangkit.com berlangsung semarak di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (17/10-2020).

Perayaan HUT sekaligus pelaksanaan pelatihan jurnalistik bekerja sama dengan Pekanbaru Journalist Centre.

Acara dimulai pagi hingga menjelang sore. Sebelum pelatihan yang berlangsung khusus bagi para wartawan Riaubangkit.com termasuk dari berbagai biro di daerah-daerah, terlebih dahulu diadakan acara pemotongan kue diikuti ucapan Selamat Ulang Tahun dari para hadirin.

Pada acara Ulang Tahun, itu pihak Panitia mengundang sejumlah nama yang sudah tidak asing lagi di Riau selaku pemateri pelatihan.  

Para pembicara terdiri dari Wahyudi EL Panggabean, Direktur Utama Pekanbaru Journalist Centre menyampaikan materi : “Strategi Menjadi Wartawan Profesional.”

Dalam makalahnya, kepada para wartawan, Wahyudi yang sudah menulis 12 buku terkait dunia jurnalistik itu antara lain menekankan, untuk menjadi profesional, merujuk kepada profesi itu sendiri: yakni kecintaan kepada profesi, keahlian khusus dan ketaatan kepada Kode Etik.

Menurut Wahyudi, Kode Etik Jurnalistik Indonesia (KEJI) adalah rambu-rambu moral. “Yang mengawal kinerja seorang Wartawan Sejati dalam mengemban misi: pemburu informasi kebenaran,” kata pria kelahiran Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) 9 Mei 1964 yang juga staf pengajar di Universitas Islam Riau (UIR) itu.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Satelit Riau Uparlin TS Maharadja berbicara seputar: “Perlukah Uji Kompetensi Wartawan?”

Uparlin panjang lebar menguraikan keterkaitan antara wartawan dengan Uji Kompetensi. Pria yang lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Utama yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Dr Soetomo (LPDS) di Jakarta pada 2017, menandaskan, UKW itu perlu.

Dia kemudian memaparkan tentang Pedoman Kompetensi yang disusun Dewan Pers yang isinya akan terus disempurnakan secara bertahap. Selain itu, Uparlin juga menjabarkan manfaat Standar Kompetensi Wartawan.

Dalam buku Pedoman Kompetensi Wartawan, kata Uparlin, diharapkan dapat menjadi rujukan, yakni: Untuk proses rekrutmen dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) wartawan, upaya peningkatan kemampuan diri bagi wartawan lepas, sebagai sarana untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan, pengembangan karir dan manajemen kewartawanan dan perusahaan pers.

Juga menjadi rujukan untuk penyusunan silabus pelatihan jurnalistik, penyusunan kurikulum jurnalisme di universitas dan perguruan tinggi, upaya peningkatan kualitas wartawan oleh asosiasi wartawan, serta membangun pers yang bermartabat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan.

Ada pun manfaat Standar Kompetensi Wartawan, kata Uparlin dalam uraiannya, yaitu meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan, menjadi acuan sistem evaluasi kinerja wartawan oleh perusahaan pers, menegakkan kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik serta menjaga harkat dan martabat kewartawanan sebagai profesi khusus penghasil karya intelektual.

Dari sesi tanya-jawab terkait UKW,  pernyataan Uparlin mengapa Uji Kompetensi perlu, didukung oleh para peserta. Bahkan, Sarjana Ekonomi (SE) ini mencatat sejumlah testimoni para wartawan yang pernah mengikuti UKW.

Misalnya, apa yang dikemukakan peserta UKW di Medan, Provinsi Sumut, 22-23 Mei 2011 bernama Yusuf Said dari Harian Fajar: “Uji Kompetensi Wartawan membuka kesadaran kembali terhadap etika dan aturan kerja kewartawanan. Selain itu juga mempertegas kapasitas saya sebagai wartawan.”

Testimoni lainnya dari Ibnu Yunianto, Koordinator Liputan Jawa Pos. “Tidak sekadar ajang pembuktian kepercayaan masyarakat pada media dan wartawan, Uji Kompetensi ini sekaligus ajang pembelajaran yang kompetitif,” sebutnya.

“Uji Kompetensi Wartawan ini mengajari dan mengingatkan saya banyak hal tentang teknis dan etika menjadi wartawan yang baik,” terang Sulfhitri dari Makassar TV, peserta lainnya yang pernah mengikuti UKW yang diselenggatakan LPDS.

Pembicaranya lainnya, Apul Sihombing, Pemimpin Umum Riaubangkit.com yang juga salah satu Advocat di Riau menguraikan kepada peserta mengenai: “Pembatasan Kebebasan Pers Ditinjau dari Aspek Hukum Pidana.”

Dalam makalahnya, Apul di antaranya menyampaikan warning (peringatan) kepada para jurnalis. Master Hukum itu mengemukakan hal yang menurutnya fundamental yang wajib diperhatikan para jurnalis.

Yakni setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Kemudian, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Selanjutnya, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Seterusnya, setiap orang dengan sengaja an tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Dan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakit-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Bertindak selaku Moderator Pelatihan David Leo Lase, Wartawan Utama, Pemred Fakta Post. 

Pada acara, selain Pemimpin Redaksi Riaubangkit.com PH Sitompul, Yosman Matondang, juga turut hadir sebagai tamu undangan peninjau antara lain Syamsul Bahri dari media online koranpagi dan Ramses Marbun wartawan dataprosa.com.

Happy birthday Riaubangkit.com. May God bless you. dp-01

348 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia