Natal Wartawan Riau, PlT Gubernur: Gunakan Kekuatan Pena, Lensa dan Kamera Tonjolkan Nilai-Nilai Toleransi
Riau, Indonesia–Hingga berita ini tayang, empat hari sudah, Natal Oikumene Wartawan dan Insan Pers Provinsi Riau 2025 berlalu.
Perayaan Natal Wartawan itu merupakan agenda tahunan di Pekanbaru. Begitu juga, sudah menjadi acara rutin, setiap kali Panitia dibentuk, kemudian membubarkan diri usai pelaksanaan dan segala urusan administrasi kepanitiaan tuntas.
Acara yang berlangsung Jumat (26/12-2025) di Hotel Dafam, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, itu diikuti wartawan Kristen yang beribadah di berbagai denominasi gereja. Mulai dari jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Katolik, Banua Niha Keriso Protestan (BNKP), Pantekosta dan lain-lain. Mereka bersatu merayakan Natal bersama dalam “Oikumene,” yang terdiri dari pelbagai denominasi. Itulah latar belakang kepanitiaan setiap tahun disebut sebagai “Natal Oikumene Wartawan dan Insan Pers Riau.”
Para pelayan yang diundang Panitia dalam pelaksanaan Natal pun bergiliran, sesuai dengan denominasi gereja masing-masing para anggota Panitia Natal Oikumene Wartawan dan Insan Pers Riau di Pekanbaru. Misalnya, untuk tahun ini sebagai Pengkhotbah diundang melayani dari Gereja HKBP Sukajadi, Pendeta Murdani Adi Saputra Lumban Siantar. Sesuai dengan adanya anggota Panitia Natal yang beribadah di sana. Sedangkan Doa Syafaat sebagai contoh, dipimpin Prodiakon Apul Sitinjak dari Gereja Katolik Santa Maria, Pekanbaru.
Tahun ini, Natal Wartawan mengusung Tema: “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga,” Matius 1: 21-24. Dengan Sub Tema: “Natal Menjadi Momen untuk Merasakan Kembali Kehadiran Allah di Rumah Kita.”
Pelaksanaan Natal berlangsung mulai pukul 17.00 WIB. Terdiri dari dua sesi: pelaksanaan ibadah dan acara umum (hiburan).
Untuk ibadah, di antaranya terdiri dari Votum-Introitus, Epistel, Koor dari berbagai gereja, liturgi termasuk ragam bahasa, dan khotbah.
Usai ibadah Natal, sesi kedua acara untuk umum (hiburan) antara lain diisi dengan Kata Sambutan dari Ketua Panitia Natal, organisasi pers; sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau diwakili Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Armin Antoni; sambutan dari PlT Gubernur Riau diwakili Eriadi Fahmi Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau; dan penyerahan Bantuan Sosial kepada orang tua tunggal wartawan.
Acara hiburan juga turut diwarnai pembacaan puisi dan lantunan lagu rohani dari para anak disabilitas. Anggota Panitia juga ada yang menyumbangkan lagu-lagu bernuansa religi seperti yang dilantunkan Mangasa Panjaitan dalam bahasa Indonesia dan Fopin Sinaga bahasa Batak.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sendiri mendukung penuh pelaksanaan Natal Oikumene Wartawan dan Insan Pers Provinsi Riau 2025. Itu terlihat bagaimana Eriadi melontarkan pantun saat menyampaikan Kata Sambutan:
Kalaulah bukan karena tinta
tak ditulis sebait puisi
Kalau bukan kita saling cinta
nggak berkumpul kita di tempat ini
Begitulah bait-bait pantun yang disampaikan Pelaksana Tugas (PlT) Gubernur Riau Sofyan Franyata Hariyanto melalui Eriadi Fahmi, sebelum menutup kata sambutan yang disampaikannya.
Dari tahun ke tahun pelaksanaan Natal Oikumene Wartawan dan Indan Pers, kali ini memang ada yang berbeda. Di samping agenda tetap untuk acara Bakti Sosial yakni penyampaian bingkisan kepada para orang tua tunggal wartawan (wartawati), para jurnalis Kristen kali ini mengundang anak disabilitas melalui beberapa gereja di Pekanbaru, turut bersama merayakan Natal.
Bakti Sosial lainnya, dilaksanakan sebelum hari H Perayaan Natal. Yaitu pelaksanaan Pasar Murah, bekerja sama dengan Perum Bulog dan beberapa gereja di Pekanbaru. Dengan sasaran 500 Kepala Keluarga (KK).
Berdasarkan pengamatan dataprosa.com, bahkan PlT Gubernur juga menyampaikan pencerahan kepada para wartawan yang hadir.
PlT Gubernur memetakan, bagaimana Bumi Lancang Kuning terdiri dari masyarakat yang begitu heterogen.
“Provinsi dengan kemajemukan luar biasa. Kita menyaksikan hari ini harmoni yang luar biasa,” ujar Eriadi mengawali kata sambutan dari Pemprov Riau.
Eriadi terlihat sama sekali tak canggung pada suasana acara, Jumat malam itu.
“Kehadiran saya pada malam hari ini berdiri di tengah perayaan Natal rekan-rekan pers adalah bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan dan suku bukanlah pembatas. Sebaliknya kemajemukan adalah kekayaan yang memperkuat fondasi sosial kita. Oleh sebab itu, kita adalah keluarga besar masyarakat Riau yang saling menjaga dan menghormati,” ucap Eriadi.
Dia menjelaskan, pada 2025 yang penuh dinamika informasi ini tugas para wartawan sangatlah berat, namun sangatlah mulia. Eriadi mewanti-wanti, agar wartawan siap menjaring berita-berita hoax.
“Kami berharap, insan pers terus menjadi pembawa berita damai. Jadikanlah setiap karya jurnalistik sebagai pelita yang menerangi kegelapan informasi dan menjaring hoax yang dapat memecah-belah bangsa kita,” katanya mengingatkan.
Bahkan dia menyerukan, jangan biarkan isu SARA (Suku Agama Ras Antargolongan, red) merusak kedamaian yang telah kita pupuk selama ini di Provinsi Riau.
“Mari kita gunakan kekuatan pena, lensa dan kamera kita untuk menonjolkan nilai-nilai toleransi sehingga Riau terus menjadi teladan kerukunan umat beragama bagi seluruh Indonesia,” tandasnya.
Harapan Pemprov agar Riau tetap aman dan damai, hal itu juga terlihat pada bagian lain dari pantun yang dibacakan Eriadi:
Hutan bakau di tepi pantai
tempat nelayan berlabuh sampan
Riau memukau aman dan damai
berkat persatuan dalam keragaman
“Mengakhiri kata sambutan pada malam yang luar biasa ini, saya atas nama Pemerintah Provinsi Riau mengucapkan Selamat Hari Natal 2025 kepada seluruh Insan Pers yang merayakan dan selamat menyongsong Tahun Baru 2026. Semoga semangat Natal membawa suka-cita dan kesejahteraan bagi kita semua dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” sebutnya.
Pada acara umum itu terlihat, tanpa ada sekat-sekat ego intelektual, ego jabatan, ego profesi, ego status sosial, para wartawan berbaur bersama Eriadi, anak disabilitas, Pendeta, Armin Antoni Silaban, Panitia dan tamu undangan.
Lalu, penyerahan kado berupa uang tunai dalam amplop kemudian diberikan kepada para anak disabilitas. Dimulai dari Eriadi mewakiki Pemprov Riau, diikuti Pendeta Murdani, Ketua Panitia Evi Bukit, Pembimas Kristen Armin Antoni dan seterusnya, menyalami satu per satu para anak disabilitas. ramses
1,701 total views, 3 views today
