Minus Nendra Selaku PPTK, Rombongan PPK Tinjau Pelaksanaan Proyek SMAN 17 Pekanbaru

Riau, Indonesia–Meski gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Pekanbaru sudah berdiri kira-kira tiga tahun lalu, ternyata masih ada pembangunan lanjutan.

Sebagaimana diketahui, SMAN 17 Pekanbaru berdiri, awalnya dikerjakan oleh CV Romallendo pada tanggal 16 Mei 2024. Dengan nilai kontrak Rp2.240.000.000. Dibiayai dari APBD Riau 2023. Lalu, pembangunannya kembali dianggarkan pada 2025 ini.

Dari pengamatan dataprosa.com ke lokasi, Jalan Fajar Raya, Kelurahan Bandarraya, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Rabu (4/9-2025) pagi, di lingkungan gedung sekolah tampak sejumlah buruh tengah beraktivitas. Di antaranya, melakukan pekerjaan cerocok di halaman belakang sekolah.

Wartawan dataprosa.com bersama rekan wartawan lainnya, sejak pagi sudah berada di lokasi proyek.

Di halaman belakang lingkungan sekolah, terlihat tumpukan kayu cerocok. Lalu, di salah satu bagian dinding gedung, tertempel plang proyek terbuat dari semacam kain.

Pada plang proyek tercatat, pekerjaan dimulai pada 28 Agustus 2025. Biayanya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau 2025.

Kegiatan dikerjakan CV Usaha Bersama Keluarga Berkah dengan Konsultan Pengawas CV Rokan Jaya.

Di situ juga tercatat nama pekerjaan. Yakni “Bangunan Gedung Negara Sederhana di Kota Pekanbaru Pembangunan RKB SMAN 17 Pekanbaru.”

Tidak ada penjelasan, dengan Nilai Kontrak Rp2.450.401.248,00 (Rp2,4 miliar lebih), berapa jumlah ruang kelas baru (RKB) yang dibangun.

Di lokasi, tidak terlihat, misalnya, bagian dari pekerjaan Mobilisasi dan Demobilisasi. Tak ada Barak Kerja, kantor Direksi Keet dan tempat tinggal Penyedia Jasa. Juga tidak tampak armada pengangkutan bahan dan material konstruksi.

Yang merepotkan, tamu yang datang tak tahu harus ke mana melapor secara resmi, misalnya dengan cara mengisi Buku Tamu. Karena di sana memang tidak terlihat Direksi Keet atau semacamnya.

Lalu, beberapa saat kemudian menjelang tengah hari, muncul rombongan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau. Di antaranya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bernama Ardison beserta stafnya. Tapi di antara mereka, tidak terlihat orang yang bertanggung jawab dari pihak Disdik terhadap teknis pelaksanaan kegiatan. Baik Ardison maupun pihak kontraktor tidak didamping oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) bernama Nendra.

Sesudah wartawan yang berada di situ sebelumnya kemudian memperkenalkan diri, barulah diketahui, selain PPK, juga turut serta dalam rombongan yakni pengawas dari pihak kontraktor bernama Putera.

Tak ada yang menyambut kedatangan PPK ke lokasi. Karena di sana memang tak ada “Kantor Proyek.” Jadi, saat Tim Disdik muncul di situ, juga tak ada acara “isi buku tamu.” Bisa jadi, proyek yang nilainya “cuma” Rp2,4 miliar lebih, mungkin tidaklah perlu pakai acara “isi buku tamu” segala, di lokasi.

Lagi pula, di area proyek, pihak kontraktor bukan menyambut kedatangan PPK, tapi justeru datang ke lokasi proyek waktunya bersamaan dengan Ardison selaku PPK.

Mereka melakukan peninjauan pelaksanaan kegiatan. Di antaranya, menyaksikan bagaimana pekerjaan cerocok dilaksanakan.

Kedatangan rombongan mulai dari awal hingga akhir, selain acara meninjau proyek, Tim Disdik Riau itu saat berbincang-bincang dengan wartawan, dalam keadaan berdiri.

Ardison beserta rombongan paling tidak sudah menyaksikan bagaimana pelaksanaan proyek mulai dari pekerjaan persiapan dan seterusnya. Bagaimana dirinya dan rombongan harus berdiri saat berbincang. red

2,703 total views, 15 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish