Pembangunan RKB Bertingkat SMPN 44 Tersendat-Sendat

Progres pembangunan 6 RKB Bertingkat SMPN 44 Pekanbaru hingga 4 Desember 2019 baru kira-kira 50 persen. Waktu pelaksanaan berakhir di ujung Desember 2019

Pekanbaru, Indonesia–Progres kerja pelaksanaan pembangunan 6 ruang kelas baru (RKB) bertingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 44 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, tersendat-sendat.

Prosentase hasil pelaksanaan kerja RKB yang kini tengah berlangsung saja, sesuai dengan time schedule, belum ada data yang akurat. Padahal waktu pelaksanaan sesuai kontrak kerja, tinggal kira-kira sebulan lagi.  

Kalau pun ada data berapa persen sudah progress pelaksanaan pembangunan sekolah, itu masih dalam taraf “perkiraan.” Misalnya, seperti yang dikemukakan Niko, pelaksana CV Anugrah Purnama, kepada wartawan, di lokasi proyek, Rabu (4/12-2019). Menurut Niko yang baru satu bulan lebih bekerja di CV Anugrah Purnama selaku kontraktor pelaksana proyek tersebut, progresnya baru kira-kira 50 persen.   

Di lingkungan SMPN 44 Kota Pekanbaru, kini tengah berlangsung pembangunan 6 ruang kelas baru (RKB) dua lantai. Pembangunan RKB itu untuk melengkapi ruang kelas yang sudah ada di sekolah yang berloasi di Jalan Damai, Kecamatan Rumbai itu.

Dari pemantauan empat wartawan masing-masing beda media, di lokasi proyek para tukang tengah bekerja. Sebagian besar material menumpuk dan berserakan baik di dalam maupun di depan proyek.  

Waktu pelaksanaan proyek 150 hari kalender. Jadi, pengerjaannya tinggal satu bulan beberapa hari lagi. Kontrak kerja selesai di akhir bulan Desember nanti.

Feri Syukur, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) SMPN 44 Pekanbaru kepada wartawan, Kamis (5/12-2019) di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, menyatakan dari segi teknis bersedia memberikan penjelasan. Namun tidak untuk dipublikasi. Karena Feri mengaku, dirinya tidak berwenang dikonfirmasi wartawan untuk disiarkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru A Jamal yang dihubungi wartawan, Jumat (6/12-2019), di ruang kerjanya menyatakan, untuk urusan teknis proyek tersebut, dirinya tidak memahami. Jamal bahkan menganjurkan wartawan agar menghubungi PPTK, karena dialah yang memahami seluruh teknis kegiatan.

Jamal memang mengakui, sesuai dengan laporan yang sampai kepada dirinya, progress pelaksanaan proyek yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru 2019 itu baru berkisar 50 persen.

Penjelasan Jamal itu menunjukkan, pengerjaan proyek berjalan tersendat-sendat, mengingat waktu pelaksanaan yang tinggal satu bulan lebih beberapa hari, sementara progress kerja baru kurang-lebih 50 persen. Kepada wartawan Jamal menandaskan, kontraktor pelaksana CV Anugrah Purnama sudah dua kali mendapat teguran dari Dinas Pendidikan Pekanbaru.

Ada pun nilai pagu paket proyek dengan Kode RUP: 21126146, itu yakni Rp2.800.000.000,00, dengan nilai Harga Perhitungan Sendiri (HPS) Paket Rp2.799.979.391,87.

Peserta tender lainnya di samping CV Anugrah Purnama selaku pemenang lelang yang mengajukan penawaran Rp2.562.578.586,97, antara lain CV Alam Anugrah mengajukan penawaran Rp2.270.079.894,92, CV Febby Lieddy Rp2.450.145.444,23, CV Mutiara Abadi Rp2.587.234.309,89 dan CV Quarto yang mengajukan penawaran Rp2.377.777.864,75. ramses marbun

3,290 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia