Kasus Proyek Pemkab Pelalawan Rp6 M Masih Digarap di Kejati

Ini proyek versi Pemkab Pelalawan berbiaya Rp6.163.648.609,22 pake duit rakyat (APBD Pelalawan).

Pekanbaru, Indonesia-Di pinggiran Sungai Kampar, menuju Kawasan Wisata Alam Danau Tajwid di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau ada jalan yang dibangun sebagai pembatas. Pekerjaan konstruksi itu baru dibangun kira-kira dua setengah tahun lalu.

Kondisi jalan (turap) diperkirakan panjangnya 200 meter itu sebagian besar tampak mengkhawatirkan (seperti tampak pada foto). Bisa mengancam jiwa pengendara bermotor yang lewat di sana, apalagi pada malam hari, jika tidak berhati-hati.

Dari catatan dataprosa.com, pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan pada tahun anggaran 2018. Proyek dibiayai dari duit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pelalawan 2018. Dengan nama tender: Paket 1 (satu) Revertmen Sungai Kampar-Danau Kajuit.

Saat lelang diumumkan, dari 79 peserta, yang muncul sebagai pemenang PT Raja Oloan, yang beralamat di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Ada pun pagu paket pekerjaan tersebut, sebagaimana yang tercantum pada hasil pengumuman lelang yang sudah dipublikasi, yakni Rp6.400.000.000, dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp6.328.242.000. Nilai Kontrak yang dilaksanakan PT Raja Oloan selaku pemenang tender, yakni Rp6.163.648.609,22.

PT Raja Oloan menyisihkan para rekanan pesaingnya yang ikut tender, antara lain PT Kharisma Multy Jaya yang mengajukan penawaran terkoreksi menjadi Rp6.000.421.208,29. PT Putra Meranti mengajukan penawaran terkoreksi Rp5.920.198.185,11. PT Ekamarga Wijayamulia mengajukan penawaran terkoreksi Rp6.133.891.776, 37. PT Telaga Pasir Kuta mengajukan penawaran terkoreksi Rp5.812.975.538, 70.

Dua tahun lebih usai dikerjakan, Proyek Paket 1 (satu) Revertmen Sungai Kampar-Danau Kajuit itu ternyata sudah menuai masalah hukum.

Dikutip dari oketines.com, Senin (3/5-2021), Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Rakyat Antikorupsi (LSM Bara Api) Provinsi Riau, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau agar segera menahan dua tersangka terkait ambruknya proyek pembatas jalan atau turap (Paket 1 Revertmen Sungai Kampar-Danau Kajuit) di pinggiran Sungai Kampar menuju Kawasan Wisata Alam Danau Tajwid tersebut.

“Kita (LSM Bara Api, red) mendesak Kejati Riau, segera menahan kedua tersangka, paska penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, menetapkan Plt Kadis PUPR Pelalawan berinisial MR dan TP selaku Operator Alat Berat pada Selasa (16/02/2021) lalu,” ujar Ketua LSM Bara Api Riau Jackson Sihombing kepada oketimes.com, Senin (3/5/2021) di Pekanbaru.

Menurut Jackson, penahanan kedua tersangka atas ambruknya proyek turap pembatas jalan (Paket 1 Revertmen Sungai Kampar-Danau Kajuit) sepanjang 200 meter di pinggiran Sungai Kampar menuju Kawasan Wisata Alam Danau Tajwid, itu perlu dilakukan agar tidak terjadi dugaan penghilangan barang bukti.

“Apalagi kedua tersangka sudah hampir dua bulan lebih ditetapkan sebagai tersangka, sehingga rawan terjadi pengaburan barang bukti dan mempersulit penyidikan yang dilakukan penyidik Aspidsus Kejati Riau, guna megungkap kasus tersebut,” terang Jackson.

Seperti diberitakan, Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau menetapkan MD Rizal, PLT Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  (PUPR) Kabupaten Pelalawan sebagai tersangka, yang dilakukan pada Selasa (16/2/2021) lalu.

“Selain dirinya, turut ditetapkan sebagai tersangka operator alat berat Tengku Pirda,” kata mantan Asisten Pidsus Kejati Riau Hilman Azazi kepada wartawan Rabu (17/2/2021) lalu.

Hal itu dilakukan sesuai dengan pengembangan penyelidikan yang dilakukan Aspidsus Kejati Riau, atas laporan masyarakat, terkait ambruknya turap pembatas jalan kurang lebih 200 meter di pinggiran sungai Kampar menuju Kawasan Wisata Alam Danau Tajwid pada Sabtu, 12 September 2020 silam. dp-01

181 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia