Baru Dibangun, Puskesmas PONED Sedinginan Berbiaya Rp6,4 M, Retak-Retak
Pekanbaru, Indonesia-Usai dibangun pada tahun anggaran 2020 lalu, gedung Pusat Kesehatan Mayarakat Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Puskesmas PONED) Sedinginan diduga kuat meninggalkan permasalahan.
Namun Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Puskesmas PONED Sedinginan, Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) bernama Agus melalui aplikasi WhatsApp (WA), Minggu (10/10-2021) dini hari, kepada dataprosa.com dan melayupost.com, membantah hal itu.
“Saya sudah turun meninjau ke lapangan. Dan masalah tidak ada ditemukan,” tulis Agus di aplikasi WA yang ditujukan kepada dataprosa.com dan melayupost.com, Minggu (10/10-2021) dini hari itu.
Gedung Puskesmas PONED berlokasi persis di pinggir jalan lintas, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil, Provinsi Riau.
Hingga berita ini tayang, Puskesmas yang baru dibangun itu masih belum berfungsi. Wartawan melayupost.com dan dataprosa.com yang mengunjungi lokasi bangunan baru itu pada Rabu, 29 September 2021 menjelang tengah hari, masih terlihat sepi. Pintu masuk gedung dan pintu belakang, dalam keadaan terkunci.
Lantai keramik yang bertangga, pada bagian pintu masuk ke gedung, masih kelihatan ada yang retak dan pecah. Di sebelah kiri dan kanan lantai keramik yang bertangga, dinding tembok baik kiri maupun kanan, juga retak-retak.
Dinding tembok Puskesmas PONED baik pada bagian kanan maupun kiri, banyak yang retak. Bahkan pada bagian yang retak-retak tadi, sebagian besar sepertinya di-dempul sedemikian rupa.
Lalu, lantai teras samping gedung, juga retak-retak hingga ada yang pecah-pecah. Tak hanya itu, lantai tangga pada bagian belakang gedung, satu sama lain ada yang tidak menyatu.
Kemudian, pada gedung berbiaya Rp6,4 miliar itu yakni pada bagian lantai teras samping kanan ada yang retak-retak, pecah bahkan jebol.
Pada plafon di bagian atas tiang pintu masuk, terlihat rembesan air. Wartawan juga menyaksikan lewat jendela kaca, di salah satu ruangan gedung terdapat beberapa sak semen merek “Dinamix,” bukan merek “Semen Padang.”
Wartawan dataprosa.com dan melayupost.com diwakili dataprosa.com belum lama ini pernah menghubungi Agus melalui ponselnya menyatakan, sebelum melayupost.com dan dataprosa.com meninjau gedung tersebut pada Rabu (29/9-2021) lalu, dirinya dan Konsultan Proyek sudah melakukan perbaikan pada gedung Puskesmas PONED Sedinginan tersebut. Agus juga tak lupa menyebutkan: “Saya ‘terpaksa’ jadi PPTK,” tandasnya.
Pembiayaan gedung bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rohil tahun anggaran 2020 yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dari catatan dataoprosa.com, berdasarkan hasil pengumuman lelang, ada pun pagu paket kegiatan yakni Rp6.654.480.000,00 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) paket Rp6.653.343.563,56.
Pada saat berlangsungnya pelaksanaan tender Pembangunan Baru Puskesmas PONED/DAK, itu diikuti 39 peserta. Yang muncul sebagai pemenang yakni Fajar Dhuha, meskipun bukan penawar terendah.
Dari 39 peserta tender, salah satu di antaranya PT Daman Varia Karya yang mengajukan penawaran Rp6.340.290.738,45. Selaku pemenang tender, Fajar Dhuha mengajukan nilai penawaran Rp6.428.556.114,70. Lalu, PT Permata Kencana Utama Rp6.441.769.068,17 dan PT Delima Putri Tunggal mengajukan penawaran Rp6.523.122.456,22. dp-01
4,393 total views, 3 views today
