Fasilitas Kantor Lurah Minim, L Hakim Meradang
Lurah Sungai Sibam, Lukman Hakim, SP
Pekanbaru, Indonesia – Pelayanan di kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru kerab mengalami kendala.
Berdasarkan pantauan awak media di kantor Kelurahan Sungai Sibam, yang beralamat di Jalan Beringin, terlihat fasilistas prasarana kantor masih minim. Kondisi yang minim ini mengesankan minimnya sentuhan dari pihak terkait untuk mendukung sumber daya manusia yang dimiliki kelurahan tersebut. Kantor Kelurahan ini berada di Kota Metropolitan yang madani dan sudah berumur tiga tahun lebih sejak dimekarkan dari Kelurahan Labuh Baru Barat.
Terkait hal tersebut, Lurah Sungai Sibam Lukman Hakim, sewaktu disambangi di ruang kerjanya belum lama ini, membenarkan kondisi peralatan perkantoran yang masih minim tersebut.
“Kami masih kekurangan fasilitas dari pemerintah. Filling kabinet penyimpanan surat-surat saja hanya satu. Terpaksalah ditempatkan bertumpuk di lantai. Komputer hanya satu. Kalau rusak, ya, tunggu diperbaiki. Minimalnya ditambahlah laptop, kalau tidak komputer satu lagi,” kata Lukman.
Lukman juga menyampaikan bahwa kondisi printer di kantornya juga sudah tidak memadai untuk dipergunakan.
“Printer di kantor ini sudah layak diganti. Sebab tidak memadai lagi karena kemampuannya hanya seratus lembar saja. Kalau habis tinta atau printernya rusak, kelurahan tidak memiliki anggaran operasional kantor,” ujarnya.
Lurah yang akrab disapa Ongah, juga mengeluhkan media informasi dan kendaraan penunjang operasional.
“Televisi saja kantor ini tidak punya. Jadi kami ini berkantor di kota, tetapi serasa di hutan. Belum lagi jaringan Wifi belum ada untuk pengiriman data yang akan dikirim ke kecamatan. Terpaksa kami pergi ke Warnet. Begitu juga kalau mati lampu, terpaksa pelayanan berhenti. Sebab genset juga belum ada. Jika tugas lapangan, kami masih terbebani minyak untuk dana transportasi, mengingat setiap kelurahan ada sepedamotor dinas, tapi kami tidak punya,” ungkap Ongah.
Terkait sarana transportasi berupa sepedamotor, Ongah beranggapan hal tersebut sangat penting mengingat luasnya jangkauan kelurahan tersebut. Areal lapangan tidak semuanya bisa dijangkau oleh mobil. Terlebih apabila hujan.
“Saat ini kan musim hujan. Rumah warga sering kebanjiran. Jadi kita harus pantau supaya bisa memetakan arah pembangunan agar masyarakat nyaman dan semangat. Padahal kalau kita punya sepedamotor dinas, kita bisa memantau dengan baik dan juga masalah operasionalnya kan ada dua liter per hari. Jadi kita bisa terbantu dari segi operasional. Saya berharap kepada Pemerintah dalam hal ini Camat, bisa segera mengabulkan permintaan kami terkait minimnya fasilitas kantor ini,” sebut Ongah.
Ongah membenarkan lambatnya pelayanan yang diberikan pihaknya karena minimnya fasilitas yang mereka miliki.
“Saya berharap kepada Pemerintah dalam hal ini Camat Payung Sekaki, bisa segera merealisasikan fasilitas kantor kelurahan ini. Minimnya fasilitas kantor sering sekali mengakibatkan tertundanya kinerja kelurahan,” tutup Lukman.
Sewaktu awak media hendak dimintain tanggapan terkait keluhan Lukman, Camat Payung Sekaki sedang tidak ada di tempat.
“Bapak ada kegiatan di luar. Mungkin sore pulang. Kalau tidak, telepon aja, Pak,” ujar salah seorang staf kecamatan. edo
5,963 total views, 6 views today
