Pembangunan Gedung SMAN 17 Pekanbaru: di Bawah PPK Ardison Kembali “Langganan” Masalah
Riau, Indonesia–Pembangunan 6 Ruang Kelas Baru (RKB) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau tahun anggaran 2025, bermasalah. Dinding-dinding gedung retak.
Untuk membangun gedung SMAN 17 seperti yang terlihat sekarang ini, sudah dimulai sejak 2023 lalu. Dan selama itu pula, yakni setiap tahun anggaran usai dibangun, selalu bermasalah. Terlebih setiap kali Ardison diangkat selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan pada Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau.
Lalu, untuk membangun 6 RKB di tahun anggaran 2025 itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menghabiskan dana dengan nilai kontrak Rp2.450.401.248,00 (Rp2,45 miliar lebih). Ada pun nama kegiatan yang tercatat, yakni Bangunan Gedung Negara Sederhana di Kota Pekanbaru Pembangunan RKB SMAN 17 Pekanbaru. Proyek dikerjakan CV Usaha Bersama Keluarga Berkah selaku Kontraktor Pelaksana. Dengan Konsultan Pengawas CV Rokan Jaya. Sebagaimana tercatat, waktu pelaksanaan 120 hari kalender, yakni 28 Agustus 2025 sampai dengan 25 Desember 2025.
Keretakan dinding-dinding ruang kelas yang baru dibangun itu terjadi secara vertikal, sebagaimana yang tampak pada foto.
Menyangkut kinerja kontraktor di bawah PPK bernama Ardison pada Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, itu Rolan Aritonang, Wakil Ketua Lembaga Anti Korupsi (LAK) Riau pun angkat bicara.
“Tentu dipertanyakan bagaimana bentuk pengawasan dari konsultan pengawas, PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan-red) dan PPK pada Disdik,” sebut Rolan yang juga anggota DPRD Riau periode 1999-2004 itu.
Selain itu, Rolan menambahkan, menyangkut kualitas bangunan tentu dipertanyakan lagi kapasitas profesionalitas pengawas, PPTK dan PPK.
Dari catatan dataprosa.com, gedung SMAN 17 pertama kali dibangun dengan menggunakan duit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2023. Dengan nama proyek: Pekerjaan Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 17 Pekanbaru. Nilai kontrak Rp2.240.000.000,00 (Rp2,24 miliar). Kontraktor Pelaksana CV Romallendo.
Pembangunan gedung tahun anggaran 2023 itu bermasalah, mandek. Gedung pun “babak belur,” terbengkalai. PPK-nya waktu itu tercatat bernama Ardison.
Lalu, pembangunan kembali berlanjut. Biayanya membengkak berbanding tahun sebelumnya. Dengan kucuran dana APBD Riau tahun anggaran 2024. Nama kegiatan, yaitu: Konstruksi Ruang kelas Baru (RKB) APBD SMAN 17 Pekanbaru. Dengan Nilai Kontrak Rp2.730.296.088,00 (Rp2,73 miliar lebih). Kontraktor Pelaksana CV MUC. Kali ini, Ardison “absen” jadi PPK.
Tak cukup sampai di situ. Sebagaimana yang sudah disebutkan, di tahun anggaran 2025, di SMAN 17 Pekanbaru kembali diadakan kegiatan: pembangunan 6 RKB. Begitu pekerjaan usai, seperti disebutkan tadi, dinding-dinding RKB retak. PPK-nya, ya, itu tadi: meski sempat “absen,” Ardison kembali diangkat selaku Pembuat Komitmen.
Ardison yang dihubungi dataprosa.com berkali-kali ke kantornya di Disdik Riau di Pekanbaru guna melakukan konfirmasi, tidak berada di tempat.
Hitung punya hitung, biaya pembangunan gedung SMAN 17 Pekanbaru jika diakumulasikan setiap tahun anggaran sampai berdirinya gedung sekolah seperti yang terlihat sekarang ini, paling tidak sudah menghabiskan duit APBD Riau total Rp7.420.697.336. red
4,401 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini
