Babinsa 02/KT Goro Rampungkan Bangunan Mushola
Taluk Kuantan, Indonesia-Peran Babinsa yang ada di desa binaannya sangat penting sekali bagi masyarakat untuk menengahi apabila ada timbul masalah keamanan.
“Jangan sampai ada masalah di desa, seorang Babinsa tidak ngerti. Keliru besar kita. Seyogianya kalau perlu jarum jatuh di desa itu pun sudah harus ngerti. Sudah harus tahu di mana jarum itu jatuh apakah di sungai, jerami atau sawah. Tugas paling penting itu,” kata Danramil 02/KT Dim 0302/Inhu Kapten Inf Yunasri.
“Seperti yang dilakukan Serda M Junaidi Babinsa 02/KT ini walaupun kegiatan gotong royong (Goro) dengan warga, hanya membangun Musholla Al hidayah di Desa Gunung Kesiangan Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) itu sudah termasuk kegiatan positif. Sudah bersama masyarakat. Begitulah tugas utama seorang Babinsa,” jelas Batuud Serma Agung Anggoro Jumat (13/03/2020).
Selanjutnya Babinsa Serda Junaidi membenarkan pada hari Jumat (13/03) sedang gotong royong dengan warga mengerjakan pembangunan rumah ibadah di desa binaannya.
Sebelumnya, fisik mushola belum rampung pembanggunannya. Saat ini masyarakat sepakat untuk merampungkan bangunan mushola tersebut.
Babinsa melanjutkan, jangan sampai ada orang luar masuk sama sekali tidak diketahui Babinsa, tahu-tahu buat kegiatan. “Inilah tugas utama semua, agar hal kecil apa pun jangan sampai kalau sudah membesar menyelesaikannya sulit,” jelasnya.
Keberadaan dirinya sebagai Babinsa hanya memberikan motivasi kepada warga binaan agar peduli dengan rumah ibadah seperti Mushola itu.
“Babinsa mengajak warga mengerjakannya tentu harus bersama – sama selain dananya dari donatur dan swadaya masyarakat juga mengerjakannya harus bergotong royong,” jelas Babinsa 02/KT.
Masyarakat setempat selaku pengurus Mushola, Fikri mengucapkan banyak terima kasih kepada Babinsa yang masih mau bersama masyarakat bekerja membangun Mushola sehingga masyarakat dengan kehadiran Babinsa merasa terbantu dan semangat bergotong royong dalam bekerja.
“Stabilitas keamanan akan mempercepat pembangunan. Sehingga selain kemampuan manajemen teritorial juga penguasaan wilayah harus mengerti betul,” jelas Fikri.
“Detail kemampuan komunikasi sosial, berinteraksi dengan masyarakat, dengan bahasa enak, pendekatan dengan masyarakat sehingga rakyat jadi sebuah kekuatan dalam menghadapi ancaman yang datang,” tuturnya. rls/dp-01
3,185 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini
