Jackson Sihombing: Pemindahan Asset Antarinstansi, Boleh-Boleh Saja

Tempat tidur pasien yang diangkut dari poliklinik IPDN Rohil ke Puskesmas PONED Sedinginan (dataprosa.com)

Pekanbaru, Indonesia-Perpindahan asset dari poliklinik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Rokan Hilir ke Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) Sedinginan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, belum lama ini, bisa-bisa saja.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Rakyat Anti Korupsi (DPD LSM Bara Api) Provinsi Riau, Jackson Sihombing mengemukakan hal itu kepada dataprosa.com, Senin (16/8-2021) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Sebagaimana pemberitaan dataprosa.com sebelumnya, Senin (2/8-2021), sejumlah barang-barang kesehatan yang sudah bekas pakai yang ada di Poliklinik IPDN Kabupaten Rohil dipindahkan ke Puskesmas PONED Sedinginan karena di poliklinik tersebut sudah tidak terpakai lagi.

Ada pun contoh-contoh perlengkapan medis yang diangkut ke Puskesmas tersebut antara lain belasan tempat tidur pasien, alat-alat kedokteran gigi dan lain-lain.

Jackson menuturkan, jika alat-alat kesehatan tersebut dipindahkan dari poliklinik IPDN ke Puskesmas yang baru dibangun pada tahun anggaran 2020 berbiaya Rp6, 4 miliar lebih dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang berasal dari dana Alokasi Khusus (DAK) itu, dengan catatan ada persetujuan dari Dinas Kesehatan (Diskes) kabupaten setempat.

“Kemudian ada serah terima Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hasil penerimaan barang tersebut dan tercatat di badan aset daerah,” tambah Jackson.

Gedung Puskesmas PONED berlokasi persis di pinggir jalan lintas, Kelurahan Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil, Provinsi Riau.

Dari catatan dataoprosa.com, berdasarkan hasil pengumuman lelang, ada pun pagu paket kegiatan yakni Rp6.654.480.000,00 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) paket Rp6.653.343.563,56.

Pada saat berlangsungnya pelaksanaan tender Pembangunan Baru Puskesmas PONED/DAK, itu diikuti 39 peserta. Yang muncul sebagai pemenang yakni Fajar Dhuha, meskipun bukan sebagai penawar terendah.

Dari 39 peserta tender, di antaranya PT Daman Varia Karya yang mengajukan penawaran Rp6.340.290.738,45. Selaku pemenang tender, Fajar Dhuha mengajukan nilai penawaran Rp6.428.556.114,70. Lalu, PT Permata Kencana Utama Rp6.441.769.068,17 dan PT Delima Putri Tunggal mengajukan penawaran Rp6.523.122.456,22.

Ahmad Yusuf Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Rohil yang dihubungi dataprosa.com melalui telepon seluler, Sabtu, (31/7-2021) membenarkan gedung Puskesmas PONED Sedinginan dibangun pada tahun anggaran 2020. Dia juga mengakui, sejumlah tempat tidur yang ada di gedung Puskesmas tersebut bekas pakai. “Usianya sudah belasan tahun,” ujar Ahmad.

Ahmad juga membenarkan, tempat tidur pasien dan rangkaian alat-alat kedokteran gigi itu seluruhnya diangkut dari poliklinik IPDN Rokan Hilir, untuk kemudian dipindahkan ke Puskesmas PONED Sedinginan.

Kepada dataprosa.com Ahmad menegaskan, Puskesmas PONED yang belum berfungsi tersebut sebenarnya bukan Puskesmas baru. Tapi relokasi dari Puskesmas yang sudah ada sebelumnya.

Lokasi Puskesmas sebelumnya, di belakang Puskesmas PONED. Yang jarak tempuh di antara keduanya kira-kira 25-30 menit berkendara. Hingga kini, Puskesmas sebelumnya masih beroperasi.

Jadi, kata Ahmad, Puskesmas PONED akan berfungsi sebagai “satelit” bagi Puskesmas-Puskesmas lainnya, khusus untuk memberikan pelayanan kepada wanita hamil dan melahirkan. “Itulah yang namanya obstetri dan neonatal itu,” jelasnya. dp-01

263 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia