Pelaksanaan Kerja Sejak Juni 2026, BPTD Riau “Tutup-Tutupi” Plang Proyek

Riau, Indonesia–Mengacu pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tertanggal 12 Juni 2026, paling tidak pelaksanaan konstruksi kegiatan Pembangunan Gedung Pelayanan Transportasi Darat, di bawah Satuan Kerja (Satker) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Riau, Kementerian Perhubungan, sudah berlangsung pada bulan keempat, memasuki bulan kelima tahun ini.

Wartawan dataparosa.com dan Porosnusantara.com, kemudian pada Selasa (20/10-2026), turun ke lokasi proyek BPTD Kelas II Riau, yang beralamat di Jalan Sutomo, Pekanbaru, Provinsi Riau itu.

Kedua wartawan diterima seseorang bernama Ahmad yang menyatakan dirinya selaku Drafter proyek pada Kontraktor Pelaksana. Setelah memperkenalkan diri dari masing-masing media, Wartawan selanjutnya diminta mengisi buku tamu.

Pengisian buku tamu oleh wartawan, berlangsung di bangunan musala yang kemudian “disulap” jadi direksi keet, kantor proyek.

Kepada pekerja di sana, wartawan mempertanyakan di mana posisi papan nama proyek. Lalu, wartawan diajak mendekati barak yang menjadi tempat tinggal sementara para buruh di situ. Posisi barak masih di dalam lingkungan proyek yang dipagar seng rapat-rapat. Barak terdiri dari tiga pintu.

Rupa-rupanya, plang proyek disandarkan di dekat salah satu pintu barak yang diselubungi semacam terpal berwarna biru. Sehingga apa pun yang tertulis pada plang proyek, sama sekali tidak terlihat karena diselubungi terpal.

Sebagaimana permintaan wartawan, beberapa pekerja kemudian membuka selubung papan nama proyek dengan cara menyibak terpal perlahan-lahan dari bawah ke atas. Nah, dengan begitu, barulah ketahuan, proyek yang tengah dikerjakan itu bernama “Pembangunan Gedung Pelayanan Transportasi Darat.”

Pada plang juga tertulis nilai kontrak Rp8.099.887.000 (delapan miliar rupiah lebih) yang dikerjakan Kontraktor Pelaksana CV Zhava Jaya dengan Konsultan Pengawas PT Sukses Mandiri Semesta. Di bawah Satuan Kerja (Satker) BPTD Kelas II Riau, waktu pelaksanaan proyek 200 hari kalender.

Sebelum pelaksanaan konstruksi berlangsung, bangunan yang ada di lokasi yang sama, terlebih dahulu dibongkar seluruhnya, kecuali bangunan musala. Bangunan yang sudah dibongkar itu juga merupakan kantor BPTD Riau.

Menurut sumber kepada dataprosa.com, diperkirakan progres kerja proyek sudah mencapai 50 persen. Dengan hitung-hitungan, anggaran yang sudah terpakai kira-kira Rp4 miliar.

Tak satu pun pihak proyek yang berkompeten berada di lapangan. Mulai dari Humas bernama Ario, pengawas lapangan maupun Pejabat Pembuat Komitmen.

Kepala BPTD Riau bernama Muttaqin, sebelumnya sudah berkali-kali dihubungi dataprosa.com melalui WhatsApp (WA) guna melakukan konfirmasi atas berbagai kegiatan terkait BPTD Riau, terhubung, namun tak pernah direspon. red

66 kali dilihat, 66 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia