Ikuti Pembahasan RUU Daerah Kepulauan: Polda Riau–BPDOB-RP Kota Dumai Bersinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas
Riau, Indonesia–Mengikuti perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang kini tengah berlangsung di Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Baleg DPR RI), Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Riau melalui Unit 3 Subdit Politik melaksanakan pertemuan tatap muka dengan Badan Pekerja Pembentuk Daerah Otonomi Baru Wilayah Riau Bagian Pesisir (BPDOB-RP) Kota Dumai, Senin, 5 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut membahas sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus menyikapi perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan di Baleg DPRD RI.
Pada kesempatan itu Panit 3 Subdit Politik Dit Intelkam Polda Riau, Ipda Bobi Fauzar mengajak para tokoh masyarakat dan jajaran BPDOB-RP bersama-sama membangun komunikasi serta bersinergi dengan Polda Riau dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.
“Senin, 5 Oktober 2026 dari Polda Riau mengajak seluruh tokoh masyarakat dan BPDOB-RP untuk bersinergi dengan Polda Riau dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” ujar Bobi.
Ajakan Panit 3 Subdit Politik Dit Intelkam Polda Riau itu mendapat dukungan dan respon positif dari berbagai elemen masyarakat. Baik dari Ketua Koordinator BPDOB-RP Kota Dumai, Ahmad Martilius; Ketua 17 Suku Kota Dumai, Chandra alias Ican; maupun Pengurus BPDOP-RP, Edo Yulihendri.
Ahmad Martilius menyambut baik kehadiran jajaran Polda Riau. Dia menyampaikan, BPDOB-RP siap membangun sinergi bersama kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Dumai.
“Kami menerima Polda Riau untuk bersinergi dengan BPDOB-RP dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Dumai,” ungkap Ahmad Martilius.
Sementara itu Chandra mengemukakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dan pertemuan dengan 17 kelompok kesukuan yang ada di Kota Dumai. Menurutnya, komunikasi tersebut dilakukan dalam rangka menyamakan persepsi terkait aspirasi pembentukan Daerah Otonomi Baru.
Dalam kesempatan yang sama, Bobi mengingatkan agar gerakan pembentukan Provinsi Riau Pesisir tetap berfokus pada tujuan pembentukan Daerah Otonomi Baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami menghimbau agar gerakan pembentukan Provinsi Riau Pesisir ini memang fokus pada pembentukan Daerah Otonomi Baru dan jangan sampai disusupi oleh gerakan yang mengarah pada Riau Merdeka maupun Daerah Istimewa Riau,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, pengurus BPDOB-RP, Edo Yulihendri, mengatakan, selama proses perjuangan pembentukan Provinsi Riau Pesisir, pihaknya berupaya menjaga agar kegiatan tersebut tetap berada dalam koridor tujuan pembentukan Daerah Otonomi Baru.
“Selama perjalanan kami untuk menciptakan Provinsi Riau Pesisir, kami sangat menjaga agar tidak disusupi oleh kelompok yang mengarah ke gerakan Riau Merdeka maupun Daerah Istimewa Riau,” kata Edo.
Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan ajakan untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas di Kota Dumai.
Seluruh pihak diharapkan dapat menjaga komunikasi dan mengantisipasi adanya pihak lain yang berupaya memanfaatkan aspirasi pembentukan Daerah Otonomi Baru Riau Pesisir untuk kepentingan di luar tujuan yang disampaikan.
“Mari kita sama-sama menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kota Dumai dan jangan sampai ada kelompok lain yang memanfaatkan niat kita untuk menciptakan Daerah Otonomi Baru Riau Pesisir,” tutup Ipda Bobi Fauzar. red
93 total views, 93 views today
