Puskesmas PONED Berbiaya Rp6,4 M Jadi Tempat Penampungan Besi Tua
Sedinginan, Indonesia-Begitu memasuki gedung Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) yang baru dibangun itu, yang pertama kali langsung terlihat yakni berjejer sejumlah tempat tidur pasien yang sudah bekas pakai.
Dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, dataprosa.com bersama Tim yang terdiri dari wartawan gentaonline.com dan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Pemberantas Korupsi (DPD LSM LPK) provinsi Riau, turun ke lokasi menyaksikan langsung Puskesmas PONED Sedinginan yang baru itu, Senin (26/7-2021), kira-kira pukul 13.00 WIB.
Di dalam gedung, suasananya lengang. Tak ada tanda-tanda aktivitas. Selain sejumlah besi tua berupa ranjang pasien, terdapat beberapa rangkaian alat praktek dokter gigi, yang tergeletak begitu saja.
Di sebelah gedung, ada dua pekerja bernama Yuli dan Ijul tengah duduk istirahat. Menurut Ijul kepada dataprosa.com, dirinya dan rekannya baru mulai bekerja pada hari itu juga. Mereka mengerjakan bangun fisik lainnya milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) yang lokasinya berbatasan langsung dengan bangunan Puskesmas PONED. Belum diketahui, apakah bangunan fisik yang baru mulai dikerjakan Yuli dan Ijul itu ada kaitannya dengan Puskesmas PONED.
Gedung Puskesmas PONED berlokasi persis di pinggir jalan lintas, Kelurahan
Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil, Provinsi Riau.
Puskesmas PONED dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rohil tahun anggaran 2020 yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dari catatan dataoprosa.com, berdasarkan hasil pengumuman lelang, ada pun pagu paket kegiatan yakni Rp6.654.480.000,00 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) paket Rp6.653.343.563,56.
Pada saat berlangsungnya pelaksanaan tender Pembangunan Baru Puskesmas PONED/DAK, itu diikuti 39 peserta. Yang muncul sebagai pemenang yakni Fajar Dhuha, meskipun bukan sebagai penawar terendah.
Dari 39 peserta tender, di antaranya PT Daman Varia Karya yang mengajukan penawaran Rp6.340.290.738,45. Selaku pemenang tender, Fajar Dhuha mengajukan nilai penawaran Rp6.428.556.114,70. Lalu, PT Permata Kencana Utama Rp6.441.769.068,17 dan PT Delima Putri Tunggal mengajukan penawaran Rp6.523.122.456,22.
Ahmad Yusuf Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Rohil yang dihubungi dataprosa.com melalui telepon seluler, Sabtu, (31/7-2021) membenarkan gedung Puskesmas PONED Sedinginan dibangun pada tahun anggaran 2020. Dia juga mengakui, sejumlah tempat tidur yang ada di gedung Puskesmas tersebut bekas pakai. “Usianya sudah belasan tahun,” ujar Ahmad.
Bahkan tanpa canggung-canggung, dari penjelasan Ahmad juga dapat diketahui bahwa rangkaian alat-alat praktek dokter gigi yang ada di situ, tak lengkap. Tak hanya itu, Ahmad juga menginformasikan bahwa timbangan berat badan yang ada di sana pun sudah berkarat.
Rupanya, dari penjelasan Kadiskes ini pula diketahui bahwa besi tua dan rangkaian alat-alat kedokteran gigi itu seluruhnya diangkut dari poliklinik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Rokan Hilir, untuk kemudian dipindahkan ke Puskesmas PONED Sedinginan. Di Poliklinik IPDN Rohil, tempat tidur pasien, alat-alat kedokteran gigi, timbangan berat badan itu sudah “tidak laku” lagi.
Kepada dataprosa.com Ahmad menegaskan, Puskesmas PONED tersebut sebenarnya bukan Puskesmas baru. Tapi relokasi dari Puskesmas yang sudah ada sebelumnya.
Lokasi Puskesmas sebelumnya, di belakang Puskesmas PONED. Yang jarak tempuh di antara keduanya kira-kira 25-30 menit berkendara. Hingga kini, Puskesmas sebelumnya masih beroperasi.
Jadi, kata Ahmad, Puskesmas PONED akan berfungsi sebagai “satelit” bagi Puskesmas-Puskesmas lainnya, khusus untuk memberikan pelayanan kepada wanita hamil dan melahirkan. “Itulah yang namanya obstetri dan neonatal itu,” jelasnya. tim/dp-01
3,609 total views, 6 views today
