Babinsa Bakau Aceh Sampaikan Kultum Cinta Tanah Air

Mandah, Indonesia –  Babinsa Koramil 08/Mandah, Serka Arafat,  mengisi kuliah tujuh menit (Kultum) hikmah bulan suci Ramadhan dan diselingi wawasan kebangsaan. Kultum tersebut disampaikan saat selesai melaksanakan sholat Isya berjamah pada malam senin (20/05/2019) di masjid Al Inayah yang berada di Dusun Sendawa, Desa Bakau Aceh, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Serka Arafat dalam Kultumnya memaparkan “Cinta tanah air adalah bentuk sebagian dari keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia adalah hasil perjuangan seluruh bangsa Indonesia didukung oleh para ulama dan dibacakan pada saat bulan puasa. Semua ini tidak terlepas dari kehendak dan takdir Allah SWT. Dalam Islam, angka 17 adalah jumlah rakaat sholat wajib yang harus dikerjakan oleh umat Islam dalam sehari semalam. Masjid merupakan tempat ibadah dan juga digunakan sebagai tempat untuk mensyiarkan kebenaran dan mengajak pada kebaikan. Baik kebaikan di dunia maupun kebaikan di akhirat”

Dihadapan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Serka Arafat menguraikan pentingnya membentuk nilai-nilai moral bangsa yang dilandasi pemikiran, sikap dan perilaku yang terpuji.

”Alquran dan hadis merupakan pedoman hidup dalam berfikir dan bertingkah laku sehari-hari setiap umat muslim. Setiap umat musim wajib mematuhi hukum dan norma yang berlaku. Dalam membentuk katakter dan jati diri manusia yang berkualitas, antara ilmu pengetahuan (Iptek) harus berjalan selaras dengan iman dan taqwa (Imtaq) agar terbentuk manusia seutuhnya, yaitu manusia yang bermamfaat bagi orang lain,” terang Serka Arafat.

Kehadiran Babinsa ditengah jamaah masjid disambut antusias oleh warga, juga Ketua Remaja Masjid Ustad Sumardi dan para tokoh masyarakat. Banyak warga yang bertanya sebagai bentuk antusiasme atas kehadiran dan ceramah Serka Arafat.

Diakhir ceramahnya Serka Arafat mengingatkan pentingnya mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kadar keimanan agar terhindar dari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain serta merugikan negara dan bangsa.

“Setan yang berbentuk jin dibelenggu, tetapi setan yang berbentuk manusia dan nafsu merajalela. Maka kendalikanlah nafsu ” tutup Serka Arafat. p2/penrem031wb

3,478 total views, 3 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish