KTA Liputan Kunjungan Presiden RI
Oleh: Ramses Marbun
Kira-kira dua minggu lagi, Presiden Republik Ilusi (RI) bakal melakukan kunjungan kerja ke Kota Pekan Tua, ibukota Provinsi Antah Berantah. Informasi itu sudah sampai juga ke sebagian kalangan wartawan di Antah Berantah, khususnya mereka yang ngetem di Kantor Gubernur dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Antah Berantah.
Galaxy sendiri, selama beberapa hari belakangan, sibuk bolak-balik ke Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Gubernur Antah Berantah dan Bagian Penerangan, Komando Resor Militer (Korem) Provinsi Antah Berantah.
Sebagai wartawan sekaligus Pemimpin Redaksi (Pemred) yang baru muncul di kancah komunitas pers, owner (pemilik) Tabloid Antah Berantah Plus ini begitu semangatnya menjadi seorang wartawan. Dia sangat antusias berupaya mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk liputan kunjungan Presiden itu.
Di Provinsi Antah Berantah, tak semua wartawan memperoleh rekomendasi agar dapat meliput kunjungan Presiden. Guna memperoleh KTA itu, wartawan yang ditugaskan pihak redaksi harus melalui mekanisme yang sudah ditentukan pemerintah provinsi (Pemprov) setempat, yang direkomendasi oleh Humas dan Bagian Penerangan, Korem.
Banyak media cetak atau pun online, baik yang terbit di Antah Berantah maupun dari Pusat. Biasanya pihak redaksi menugaskan seorang wartawan, bukan Pemred walaupun itu liputan sekelas kegiatan Presiden. Tapi beda dengan Tabloid Antah Berantah Plus, Pemred mengangkat dirinya sendiri selaku wartawan, kemudian mendaftar ke Humas dan Bagian Penerangan, Korem. Dengan kata lain, Pemred Antah Berantah Plus Galaxy menugaskan wartawannya Galaxy untuk berperan serta pada kedatangan Presiden.
Sesudah melalui “perjuangan panjang,” Galaxy akhirnya berhasil memperoleh KTA liputan Presiden di Antah Berantah. Dia merasa lega dan bangga. Raut wajahnya berbinar-binar. Berkali-kali Galaxy mengamat-amati, membolak-balik dan menciumi KTA yang ditandatangani pihak Pemprov dan Korem. “Liputan Kunjungan Presiden RI 2018 ke Antah Berantah.” Begitu yang tertulis di salah satu sisi KTA yang lebarnya empat kali ukuran kartu pers yang ukuran standar.
Seperti pada hari ini, pagi-pagi Galaxy sudah muncul seorang diri di Kantin Sonya, Kota Pekan Tua, Provinsi Antah Berantah.
“Hmmm. Pagi begini sudah hadir di sini. Jarang-jarang wartawan sepagi ini nongol di kantinku ini,” Sonya langsung menyapa Galaxy yang baru muncul. Sesudah duduk, dia langsung memesan kopi saset kepada Sonya. Sri Danarsih, asisten Sonya yang baru, langsung tanggap. Dia segera menyuguhkan pesanan Galaxy.
Galaxy asik mengutak-atik android yang ada di genggamannya. Matanya sepertinya serius mengamati aplikasi yang ada di benda produk teknologi digital itu. Sebentar dia membuka tas rucksack (ransel) miliknya itu dan meletakkannya di kursi yang berada di sampingnya. Dia kemudian mengeluarkan KTA Liputan Presiden, sengaja meletakkannya di atas meja, di sebelah gelas yang berisi kopi saset. Android di tangannya menunjukkan pukul 07.30 Waktu Ilusi Barat (WIB).
“Wow!” ujar Klaranda, yang muncul setengah jam kemudian. Klara langsung memesan kopi kegemarannya.
“Kenapa kaubilang ‘wow,’ Klara?” Galaxy langsung merespon suara Klara.
Sebentar, Klara menyulut rokoknya sesudah meneguk kopi terlebih dulu.
Klara memandang ke arah Pemred Antah Berantah Plus itu. “Ah, Galaxy. Aku cuma agak kaget juga. Tadinya aku mengira, pagi ini aku orang pertama yang nongol di sini. Rupa-rupanya, kau sudah duluan,” balas Klara.
“Ooo, begitu,” kembali Galaxy menjawab, tapi seadanya. Ada perasaan bangga dalam diri Galaxy saat mengetahui mata Klara melirik ke KTA yang sengaja diletakkan pria lajang ini di atas meja.
Galaxy memang tidak ingin menyimpan KTA itu saat berada di kantin. Dia ingin agar setiap orang, khususnya rekan-rekan wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang hadir di Posko, kantin Sonya, mengetahui bahwa dirinya selaku bos Antah Berantah Plus bakal bertemu Presiden. Bagi Galaxy, ini adalah prestise.
“Wow!” lagi, Klara mengeluarkan kata “Wow,” dengan mata belum lepas dari KTA. “Ternyata kau sudah memperoleh KTA liputan kunjungan presiden,” ujar Klara.
Galaxy hanya menanggapi dengan senyum. Tapi posisi dagu Galaxy terhadap dadanya, membentuk sudut di atas sembilan puluh derajat. Menimbulkan kesan sombong.
Dan memang, Klara tahu persis, dari rekan-rekannya yang biasa nongkrong di Posko, belum ada satu pun yang memperoleh KTA seperti milik Galaxy itu. Wartawati universallirik.com yang berpusat di Kota Pekanbaru ini, dalam hati harus mengakui kelebihan rekannya itu bisa dengan cepat memperoleh KTA kunjungan presiden.
Kali ini, Galaxy serius memencet-mencet tombol di android tadi. Sepertinya dia tidak ingin diganggu. Lantas, melalui aplikasi WhatsApp (WA), Galaxy memposting KTA Kunjungan Presiden yang sebelumnya sudah difoto, ke salah satu grup komunitas wartawan di Antah Berantah. Foto Galaxy jelas terpampang di situ. Sehingga, para wartawan maupun aktivis LSM di Antah Berantah bakal mengetahui bahwa Galaxy selaku wartawan akan bertemu presiden.
Ternyata, Galaxy tak puas. Dia juga memposting KTA itu, juga melalui WA, ke beberapa familinya yang tinggal di kampung. Buntut-buntutnya, hampir sebagian besar keluarga Galaxy di kampung mengetahui bahwa dirinya akan “bersenda gurau dengan Presiden.”
Satu hal lagi yang tak lupa dilakukan Pemred Antah Berantah Plus, itu yaitu mengrim KTA Liputan Kunjungan Presiden tadi juga melalui aplikasi WhatsApp, ke salah seorang wanita yang juga bermukim di kampung, yakni Marlina. Namun Galaxy tidak langsung menyampaikannya kepada Marlina, tapi lewat sahabat akrab Marlina yang juga teman Galaxy, yakni bernama Wulandari. Pemilik KTA itu berharap, jika kirimannya melalui dunia maya sampai ke Wulandari, sudah pasti bakal diteruskan juga ke Marlina selaku sahabat.
“Biar tahu si Marlina ini! Dulu, saat-saat kita masih di SMA, kau terang-terangan menolak cintaku. Sekarang kau tahu, aku, Galaxy, bukan orang sembarangan!” begitu suara-suara yang berkecamuk dalam hati Galaxy.
Selesailah kau Marlina! Kenapa kautolak pula cintanya? Kau tahu, si Galaxy itu sekarang pergaulannya sudah level presiden!
Bosan bermain android, Galaxy kemudian meninggalkan kantin Sonya, tanpa peduli lagi dengan Klara.
Dikutip dari Tabloid BOS (Bacaan Orang Sukses) edisi 326
4,337 total views, 3 views today
