Proyek Perawatan Instalasi Tata Udara Rp7,3 M di PUPRPKP Riau Diduga Rawan Penyelewengan

Pekanbaru, Indonesia-Proyek berbiaya fantastis miliaran rupiah di Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKP) Provinsi Riau kuat dugaan bermasalah, berpotensi terjadinya penyelewengan keuangan negara.

Nama proyek tersebut yakni Perawatan Instalasi Tata Udara Gedung Dinas PUPRPKP Riau tahun anggaran 2023 berbiaya Rp7.376.247.335. 70.

Menurut penjelasan Ruslan Hutagalung Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Kesatuan Pelita Bangsa (LSM KPB) kepada dataprosa.com di Pekanbaru beberapa hari lalu, pada pelaksanaan kegiatan tersebut dirinya menduga ada sejumlah kejanggalan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Dari hasil pengamatan LSM KPB, dalam pelaksanaan proyek ada sejumlah barang yang dibeli, misalnya mesin. Namun dalam pembelian mesin-mesin itu kuat indikasi terjadi penyimpangan. Mereknya diduga kuat tidak sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati. Mesin-mesin yang dibeli itu ada yang merupakan barang import berbagai merek.

“Sangat menimbulkan kecurigaan besar akan adanya indikasi penukaran merek terhadap mesin-mesin yang berbeda dengan merek dalam kontrak,” kata Ruslan.

Selain itu, Ruslan juga menduga, nama-nama personil tenaga ahli pemasangan mesin-mesin tersebut bukan nama yang ada pada kontrak.

Jika dilihat sepintas lalu, meski berbiaya Rp7,3 miliar lebih, pelaksanaan pekerjaan Perawatan Instalasi Tata Udara Gedung itu seolah-olah tak ada kegiatan. Pekerjaannya seakan berlangsung “senyap.” Apalagi, di lingkungan area pekerjaan tidak terlihat adanya plang proyek.

Berdasarkan catatan dataprosa.com, dari hasil pengumuman lelang yang dipublikasi Unit Layanan Pengadaan (ULP), kegiatan Perawatan Instalasi Tata Udara Gedung PUPRPKP tahun anggaran 2023 yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau itu hanya diikuti 2 peserta tender. Yakni PT Golan Jaya Teknik selaku pemenang tender yang mengajukan penawaran Rp7.376.247.335,70. Peserta lainnya PT Anugerah Sintas Bestari dengan penawaran Rp8.114.528.460,00.

Ada pun pagu paket kegiatan yaitu Rp8.500.000.000 dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) paket Rp8.490.232.000.

Guna memperoleh informasi lebih jelas terkait proyek tersebut, Ruslan menyebutkan dirinya berupaya menemui Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUPRPKP Riau bernama Thomas Larfo Dimeira, baik ke kantornya maupun melalui telepon seluler (Ponsel), tidak berhasil.

Ruslan kemudian menghimbau agar Inspektorat, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia (BPKP RI), Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) supaya memastikan pembayaran proyek tersebut sesuai dengan merek dan KWH/PK mesin yang ada pada kontrak beserta pembayaran upah kerja kepada personil sesuai dengan nama-nama yang ada pada kontrak serta para tenaga ahli pemasangan unit mesin.

Tak hanya Ruslan Hutagalung, dataprosa.com berupaya menghubungi Thomas selaku Kabid Cipta Karya melalui Ponsel-nya, tersambung namun tidak ada respon. Media ini juga sudah beberapa kali menghubungi Thomas ke kantornya, Dinas PUPRPKP di Pekanbaru, tidak berada di tempat. Terakhir, Senin (4/9-2023), dataprosa.com kembali menghubungi Thomas ke kantornya Lantai 5, Gedung Dinas PUPRPKP Riau di Pekanbaru, tidak berada di ruangannya. “Bapak keluar,” kata Affandi Abadi, Staf Kabid Cipta Karya kepada dataprosa.com, Senin (4/9-2023), kira-kira pukul 10.00 WIB. dp-01

2,332 total views, 3 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish