PPTK Nendra: Direksi Keet Proyek RKB Berbiaya Rp2,4 M tak Ada di RKA

Riau, Indonesia–Di Pekanbaru, ada proyek berbiaya Rp2,4 miliar lebih, pada Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) kegiatan tak ada direksi keet (site office).

Hal itu terjadi pada pekerjaan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Sehingga tak mengherankan, rombongan   Ardison selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan di Bidang Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, baik sebelum maupun sesudah melakukan peninjauan pekerjaan proyek harus berdiri berlama-lama di lapangan, sebelum meninggalkan proyek.

Peninjauan lapangan pada pekerjaan 6 RKB dilakukan Ardison dan rombongan antara lain berlangsung pada Rabu (3/9-2025), di SMAN 17 Pekanbaru.

Begitu usai meninjau kegiatan yang baru mengerjakan urusan cerocok, tak berapa lama kemudian, rombongan meninggalkan proyek karena memang di sana tidak ada tempat duduk untuk berteduh. Jangankan direksi keet, barak pun tak ada. Kecuali 10 ruang kelas dan tiga bilik lainnya di gedung sekolah yang masih kosong melompong.

Lalu, mengapa direksi keet  tidak ada di lapangan?

Nendra Febriayatna, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Disdik Riau yang dihubungi dataprosa.com di kantornya, Disdik Riau, Senin (8/9-2026), pun memberikan penegasan.

“Karena tidak ada di RKA (Rencana Kerja dan Anggaran, red),” sahut Nendra. Dia didamping Narsono selaku Bendahara Bidang Pembinaan SMA, Disdik Riau. Selain itu, juga hadir dua staf.

Kepada dataprosa.com Nendra kemudian berdalih, dirinya tidak turut serta bersama rombongan Ardison saat meninjau proyek ke lapangan, karena ada tugas lain dari Dinas. Menurut dia, PPTK tidak harus turun ke lokasi meninjau proyek bersama PPK.

Pelaksanaan kegiatan dimulai 28 Agustus lalu. Dengan nilai kontrak Rp2.450.401.248,00 (Rp2,4 miliar lebih). Proyek dikerjakan CV Usaha Bersama Keluarga Berkah dengan Konsultan Pengawas CV Rokan Jaya.

Kepada dataprosa.com di kantornya itu, bahkan Narsono menambahkan, yang paling berperan di lapangan, yakni PPK. Ardison selaku PPK yang berperan dalam pelaksanaan kegiatan, dari awal sampai akhir di lapangan.

“Kalau teknis di lapangan, PPK. Kalau Nendra, cuma teknis-administrasi,” ujar Narsono.

Narsono kemudian menguraikan mekanisme pelaksanaan proyek. Dia membeberkan, semua kelengkapan administrasi berasal dari Nendra selaku PPTK. Kemudian diteruskan ke Narsono, Bendahara. “Sesudah ditandatangani Kabid, barulah pencairan,” papar Narsono.

Bendahara Bidang Pembinaan SMA itu menjelaskan, yang meneken kontrak dan Berita Acara, itu PPK. “Berita Acara perusahaan dengan dinas, itu diwakili PPK,” ujar Narsono.

Pembangunan di SMAN 17 ada konsultan pengawasnya. Yang mengawasi pekerjaan RKB, yakni Konsultan.

Ada tiga perusahaan yang melaksanakan pekerjaan RKB SMAN 17. Yaitu Bidang Perencanaan, kontraktor yang melaksanakan pekerjaan fisik dan Pengawasan.

Dari penjelasan yang disampaikan baik Nendra maupun Narsono kepada dataprosa.com, memberi gambaran bagaimana peran PPTK dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan RKB di SMAN 17, sekaligus mengisyaratkan peran sentral PPK di lapangan mulai perencanaan hingga pencairan. Dari keadaan ini dapat pula diketahui, Nendra sebagai PPTK tidak harus ikut berduyun-duyun dan beristirahat sambil berdiri berlama-lama usai melihat proyek di lapangan.

Direksi keet

Dari berbagai sumber yang dirangkum dataprosa.com, Direksi Keet adalah bangunan sementara dan harus dapat dibongkar-pasang dengan mudah, sehingga penggunaan bahan seperti sandwich panel sangat mendukung. 

Memang, peraturan mengenai direksi keet tidak diatur dalam satu undang-undang khusus, melainkan diatur dalam spesifikasi teknis kontrak proyek dan persyaratan keselamatan kerja. 

Pihak penyedia jasa (kontraktor) wajib menyediakan direksi keet yang memenuhi persyaratan seperti ukuran maksimal 24 m², lantai diplester, serta dilengkapi fasilitas dasar untuk pekerja seperti meja, kursi, dan alat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Selain itu, Undang-Undang Keselamatan Kerja No. 1 Tahun 1970 dan peraturan perusahaan juga menjadi acuan yang penting. red

1,416 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia