Gedung SMAN 17 Pekanbaru “Sarang Penampakan?”
Riau, Indonesia–Bangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, tampak sepi. Pada 17 April lalu, dataprosa.com bersama seorang wartawan lainnya, turun langsung ke lokasi gedung melakukan peninjauan, menjelang tengah hari.
Terlepas dari apakah gedung milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau itu dikerjakan sesuai spesifikasi teknis (Spektek) atau tidak, yang pasti bangunan SMAN 17 itu cukup mentereng. Keren. Dibangun pada 2023 lalu.
Posisi gedung seolah berada di tengah “hutan.” Di sekeliling bangunan hanya ada tumbuh-tumbuhan liar dan di sebelah kanan jalan menuju bangunan terdapat tanaman warga seperti pohon pinang dan kebun sawit.
Nama jalan pada lokasi yang seharusnya tempat kegiatan belajar-mengajar itu oleh warga disebut berada di Jalan Fajar Raya, Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki.
Menuju gedung sekolah di Jalan Fajar Raya, kira-kira 500 meter dari pinggir jalan lintas Sumatra, hanya ada 2 keluarga yang tinggal di rumah petak sederhana. Lalu, jarak dari pemukiman warga ke bangunan sekolah, itu diperkirakan 1 kilometer.
Sejak dibangun tak pernah dihuni, konon kabarnya pada malam hari di sana sering terjadi “penampakan.” Menurut rumor, gedung sekolah itu di tengah kegelapan malam seakan menjadi tempat “parkir” para makhluk astral.
Untuk sampai ke sekolah SMAN 17, perlu perjuangan keras. Wartawan dataprosa.com beserta rekannya, berkunjung ke situ menggunakan kendaraan roda dua.
Dari pinggir jalan lintas Sumatra, yang berjarak kira-kira 500 meter, wartawan menumpang parkir kendaraan di depan rumah warga. Lalu, dengan radius satu kilometer lagi sebelum sampai ke tujuan, ditempuh dengan berjalan.
Dengan berjalan kaki, sangat terasa bagaimana buruknya jalan ke sana. Apalagi di musim hujan. Dengan kata lain, jangankan dengan kendaraan roda dua, berjalan kaki pun diperlukan perjuangan ekstra. Pada bagian-bagian tertentu jalan tanah itu mirip kubangan kerbau.
Sebagian dari pinggir sepanjang jalan Fajar Raya, memang sudah didirikan tiang listrik. Tapi belum ada kabelnya.
Sampai di sana, aura sepi sangat terasa, memang. Meski terasa sunyi, rumor yang menyebut di situ ada “penampakan” makhluk astral, tidak terbukti jika diamati dengan pandangan standar mata manusia biasa. Namun di sana tak satu pun kelihatan aktivitas manusia.
Hitung punya hitung, dari pengamatan wartawan di lokasi, bangunan SMAN 17 itu terdiri dari 13 bilik. Sejak dibangun hingga kini, belum pernah digunakan para guru dan murid. Padahal, sekolah sudah memiliki guru dan pelajar.
Lantas, selama ini di mana aktivitas belajar-mengajar SMAN 17 berlangsung? Ternyata, guru dan muridnya “tercecer entah di mana-mana.”
Satu saat ke depan, bisa saja terjadi satu keanehan. Berpotensi ada murid tamat dari SMAN 17 Pekanbaru, tapi tak pernah belajar di gedung SMAN 17 di Jalan Fajar Raya. p-01
1,185 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini
