Jembatan Sei Takuana Rusak, Segelintir Orang yang Peduli

Pekanbaru, Indonesia–Jembatan Sei Takuana selama ini rusak parah. Lalu, segelintir warga setempat secara swadaya melakukan renovasi.

Lokasinya berada pada perbatasan antara Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar dengan Jalan Toman Ujung, RT 02 RW 03, Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru. Masih dalam kawasan Provinsi Riau.

Warga setempat melakukan renovasi terhadap Jembatan Sri Takuana, yakni pada 9-10 April 2025 lalu. Dimotori Haji Rasid dan kawan-kawan.

Menurut warga setempat, kepedulian sebagian besar warga terhadap kondisi jembatan yang sudah memprihatinkan terasa kurang, khususnya dari para pengusaha (pemilik) kebun.

Kepada dataprosa.com, Minggu (20/4-2025) di Pekanbaru, Haji Rasid menyebut, Jembatan Sei Takuana merupakan satu-satunya akses jalan bagi warga di sana dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti antar-jemput anak sekolah dan kegiatan lainnya.

Jadi Haji Rasid menilai, sebetulnya wajar jika para pemilik perkebunan di sekitar Jembatan Sei Takuana memberi bantuan untuk melakukan renovasi jembatan tersebut

“Dari puluhan pengusaha perkebunan di sana, hanya segelintir orang saja yang memberikan dukungan dalam renovasi jembatan. Di antaranya Beni, Doni, Adid, Aseng, dan Poqui,” papar Haji Rasid.

Dia menambahkan, selain nama-nama tadi yang memberikan kontribusi terhadap perbaikan jembatan, yang lainnya hanya pengguna. “Mereka tidak mau tahu. Hanya diam tanpa memberikan kontribusi,” katanya.

Namun Lingga, salah satu pemilik peron sawit di daerah setempat, yang dihubungi dataprosa.com melalui ponselnya, Senin (21/4-2025), berpendapat lain. Menurut dia, kegiatan renovasi jembatan tersebut kurang koordinasi dengan masyarakat.

“Saya sebagai Ketua Pemeliharaan Jalan di sepanjang Jalan Toman bahkan tidak tahu ada kegiatan itu. Seharusnya, sebelum jembatan di-renovasi, alangkah baiknya dirembukkan dulu kepada pengurus. Lalu kita kaji berapa biaya yang di butuhkan, berapa hari kerja, alat apa yang harus diperlukan. Jadi kegiatan itu harus transparan. Jangan diam-diam. Kalau dikerjakan secara diam-diam, berarti kegiatan itu dilakukan secara pribadi. Yah, terima kasihlah,”  ungkap Lingga.

Pernyataan serupa juga disampaikan Anto Beni, Ketua RT 02, Kelurahan Rantau Panjang. Kepada dataprosa.com, via ponsel, Selasa (22/4-2025), dia mengaku, sejak awal pelaksanaan pekerjaan renovasi hingga selesai, dirinya tidak mengetahuinya. “Bahkan laporannya pun tidak ada. Jadi, saya juga tak mengerti,” sebutnya. ramlan

1,884 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia