Letjen TNI Doni Monardo Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Riau

Pekanbaru, Indonesia–Bertempat di halaman kantor Gubernur Riau, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo pimpin Apel Kesiapsiagaan  Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2020 di Riau, Senin (9/03/2020).

Apel Kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh TNI, Polri dari berbagai satuan, Manggala Agni, dan pemadam kebakaran serta Mahasiswa dengan menampilkan beberapa pasukan pemadam, peralatan berteknologi canggih, maupun fasilitas, antara lain, personel Tim Reaksi Cepat, Situation Room (monitoring deteksi dini kebakaran), mobil patroli, sepeda motor patroli, mesin pompa dan nozzle pemadam multifungsi.

Dalam sambutannya, Kepala BNPB menyampaikan bahwa Negara Indonesia sangat unik dengan rentang jarak dari barat ke timur lebih dari 5300 KM dan terdapat musim yang berbeda-beda di bagian wilayahnya. Seperti yang terjadi saat ini, di Riau sudah mengalami kebakaran hutan dan lahan karena sudah tidak turun hujan. Sedangkan dibanyak tempat disebagian besar pulau Jawa, sebagiam besar Kalimantan dan Sulawesi  telah memasuki musim hujan yang mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor.

“Bencana yang terjadi ini tidak terlepas dari penelitian para ahli yaitu diakibatkan oleh perubahan iklim. Kita harus mengakui kondisi perubahan iklim ini sangat kita rasakan, karena di bagian barat wilayah Indonesia memasuki musim kemarau sedangkan dibagian tengah dan timur wilayah Indonesia masih mengalami musim hujan. Oleh karenanya sebagai sebuah bangsa yang besar Kita harus bisa menghadapi ini semua dengan tingkat kesiapan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, kebersamaan dalam mengatasi permasalahan ini hendaknya menjadi ujung tombak untuk menyelesaikan segala persoalan”, tegas Kepala BNPB.

Kepala BNPB juga menyampaikan bahwa Bapak Presiden telah meluncurkan Inpres No. 3 tahun 2020 sebagai revisi dari Inpres sebelumnya yaitu Inpres No. 11 tahun 2015 dimana Inpres yang baru memberikan kewenangan yang lebih besar kepada pejabat Negara termasuk Bupati dan walikota dengan tugas sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) dibantu oleh institusi TNI-Polri dimana Pangdam dan Kapolda atau Danrem menjadi wakil dari Gubernur, termasuk para Dandim dan Kapolres menjadi wakil dari Bupati dan Walikota. Inpres ini diharapkan dapat menjadi salah satu bagian untuk mengatasi ancaman Karhutla yang terjadi setiap tahun termasuk di Riau, Pungkas Kepala BNPB.

Dalam Apel kesiapsiagaan tersebut Kepala BNPB memberikan Bantuan berupa 1 unit mobil avtur, 200 pakaian pemadam, 40 unit radio dan 10.000 buah masker bagi personel di lapangan.

Usai Apel Kesiapsiagaan Karhutla dilaksanakan pengecekan kesiapan personel dan perlengkapan serta kendaraan yang digunakan di lapangan. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut perwakilan dari Kemenko Polhukan dan Kementrian Lingkungan Hidup serta kesehatan, Gubernur Riau Syamsuar, Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution, Kajati Riau, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muhammad Fadjar, MPICT, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, Kapolda Riau, Danlanal Dumai, Kepala BPBD Se Provinsi Riau , para Dandim dan Kapolres Se Provinsi Riau serta berbagai pihak terkait lainnya. (penrem031)

3,032 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia