Nasri Bantah ada Buku Kir “Palsu”

Muhammad Nasri

Pekanbaru, Indonesia–Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas, Pengujian Kendaraan Bermotor (KUPTD PKB) Kota Pekanbaru Muhammad Nasri kepada dataprosa.com, Kamis (18/7-2019) siang di ruang kerjanya membantah ada buku kir “palsu” di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Sebagaimana pemberitaan di media ini sebelumnya, di Pekanbaru buku kir “palsu” beredar. Di antaranya, diduga buku kir mobil barang milik Suzana. Bahkan Syafrizal Sani Petugas Uji Kir di PKB yang berlokasi di Panam, Pekanbaru kepada dataprosa.com, Selasa (16/7-2019) pagi menegaskan bahwa buku kir yang dimiliki Suzana itu palsu. Syafrizal juga mengakui bahwa ada tanda tangan dirinya di situ.

Menurut Syafrizal, dalam melakukan uji kir, pihaknya belum sampai mengeluarkan Nomor Uji Berkala PBR98202, sebagaimana buku kir milik Suzana. Dia menegaskan, Nomor Uji Berkala yang ke luar baru Nomor PBR96…Dengan kata lain, belum sampai ke nomor “PBR98…”  

“Makanya saya bilang ini palsu, kita aja belum sampai ke nomor uji kita ke-98. Kita di sini masih 96 (bukan 97, red) sekian. Yang kedua, masalah penandatanganan. Ini bukan tandatangan saya,” dalih Syafrizal.

Suzana, pemilik buku kir yang tak diakui UPTD PKB kir Pekanbaru itu mengaku bingung. Soalnya, sebagaimana penuturan Suzana kepada dataprosa.com, bahwa Syafrizal yang menandatangani, tapi Syafrizal pula yang menyatakan buku kir miliknya itu palsu. “Kalau dipalsukan, berarti dia (Syafrizal) yang harus melaporkan,” ucap Suzana.

Syafrizal merupakan salah seorang petugas uji kir di sana. Pria ini memiliki gelar AMA PKB, ahli di bidang pengujian kendaraan bermotor. Namun apa yang dikemukakan Syafrizal, beda dengan pernyataan M Nasri, KUPT PKB yang merupakan atasan Syafrizal. Menurut Nasri, buku kir milik Suzana itu belum bisa disebut sebagai “palsu.”

“Kalau saya, baik itu tanda tangan, baik itu buku, belum bisa saya menentukan itu ‘palsu.’ Kalau tanda tangan, tentu ada pembuktian alat. Kalau buku, itu tentu ada alat lagi. Itu jawaban saya,” tegas Nasri.

Lalu, terkait dengan Buku Kir dengan Nomor Uji Berkala PBR98202, itu mana yang benar, palsu atau tidak? “Saya belum bisa menentukannya,” ucap Nasri.

Dia menyebut, buku kir milik Suzana itu tidak terdapat pada data adminstrasi UPTD PKB Kir Pekanbaru. “Pasti tanda tangan anggota saya (Syafrizal Sani, red) dicatut. Bisa saja oknum memalsukan tanda tangan Syafrizal,” beber Nasri.

Syafrizal yang kemudian mendampingi Nasri kemudian balik bertanya: “Di mana dia (Suzana) awalnya mengurus? Di mana dia beli kendaraan? Proses Suzana dapat buku, itu dari mana?”

Nasri sendiri mengaku tidak mengetahui dari mana munculnya buku kir dengan Nomor Uji Berkala PBR98202 itu. Dia kemudian memaparkan, pembeli itu tidak tahu soal proses kir pada saat membeli mobil baru. “Dealer yang mengurus ke kir. Dan dealer yang membawa mobil ke kir. Dicek sedemikian rupa, maka didata di UPTD kir. Kemudian, ke luar nomor register,” urainya. Nasri juga menyatakan, si pembeli menerima bersih buku kir dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Sebagai catatan, berdasarkan informasi yang masuk ke redaksi dataprosa.com, diduga kuat, Suzana tidak sendiri yang buku kir-nya tidak diakui UPTD PKB Kir Pekanbaru. Kuat indikasi, pemilik buku kir dengan Nomor Uji Berkala PBR97224 mungkin juga mengalami nasib serupa dengan Suzana. p-01  

3,878 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia