Yuk, Darmawisata ke Pulau Cinta

Kampar, Indonesia-Pulau Cinta merupakan salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Objek wisata itu tepatnya berlokasi di Dusun III Teluk Jering, Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang. Pengelolaan wisata alam yang mengandalkan Sungai Kampar ini sudah berlangsung kira-kira lima tahun.

Biasanya, pantai yang berpasir itu di laut. Tapi keunikan Pulau Cinta, hamparan pantai berpasir di sana yaitu di sungai.

Di awal-awal tahun pengelolaan Pulau Cinta, akses untuk ke sana dari Kota Pekanbaru melalui jalan lintas Sumatera menuju lokasi, masih jalan tanah. Tapi kini, jalannya mulus, sudah diaspal.

Bagi pengunjung yang berniat melancong ke situ dengan berkendara motor, waktu tempuh dari Kota Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau, tak sampai setengah jam. Begitu sampai di Desa Teratak buluh, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, melalui jalan lintas Sumatera,  beberapa meter ke depan, di sebelah kanan jalan ada tulisan “Wisata Pulau Cinta.” Dari pinggir jalan lintas menuju lokasi, kira-kira dua kilometer.

Pulau Cinta mulai dikelola sejak 2017 lalu. Minat para pelancong ke sana cukup tinggi. Bahkan pada 2018 lalu, artis Tyas Mirasih pernah berwisata ke objek wisata yang mengandalkan pantai berpasir dan aliran sungai, tepatnya pada Minggu, 2 September 2018.

Tak hanya itu, para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Cinta ada juga yang dari luar negeri. “Pernah ada yang datang dari India,” kata Hasan, salah satu pedagang di lokasi wisata, Kamis (5/5-2022), kepada dataprosa.com.

Para wisatawan yang melancong ke objek wisata Dusun III, Teluk Jering sejak hari H-1 hingga beberapa hari pasca Lebaran lalu, membludak jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Hamparan pantai dipenuhi dengan pengunjung dan para pedagang yang menyediakan berbagai jenis kuliner, minuman dan lain-lain. Selain itu, area wisata juga dipadati dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.

Tapi sayangnya, di kawasan objek wisata ini belum ada penginapan atau pun hotel. Jadi, pelancong yang ingin menginap, yah, ke Kota Pekanbaru, dengan waktu tempuh berkendara kira-kira 20-25 menit.

Kamis (5/5-2022), tengah hari pada Lebaran H+3, misalnya, dataprosa.com tamasya ke Pulau Cinta, dari Pekanbaru mengendarai sepeda motor. Di hari biasa, tarif parkir sepeda motor “cuma” Rp5000. Tapi pada suasana lebaran ini, biaya parkir pun membengkak.

Petugas parkir kemudian memberikan karcis kepada dataprosa.com disertai dengan “lampiran” satu kotak teh susu merek tertentu dengan isi net 125 mili liter. Lalu, dataprosa.com kemudian membayar ongkos parkir sesuai dengan yang tertulis di karcis, Rp10 ribu berlaku untuk satu kali masuk sudah satu paket dengan teh susu kotak tadi.

Sebagaimana tertulis pada karcis, parkir dikelola pihak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dusun Teluk Jering. Di lembaran karcis, soal tarif parkir tidak terlihat ada kaitannya dengan pemerintah daerah.

Orang yang masuk ke lokasi memang tidak dipungut bayaran. Untuk kendaraan pribadi roda empat, ongkos parkir per mobil Rp15 ribu. Pada hari biasa, Rp10 ribu.

Area parkir di sana memang cukup luas. Dari total kawasan objek wisata Pulau Cinta yang diperkirakan 57 hektare, luas lahan parkirnya saja kira-kira 15 hektare.

Pada objek wisata Pulau Cinta, dataprosa.com menyaksikan pelbagai fasilitas wahana yang disediakan pengelola. Di bibir Sungai Kampar itu tampak macam perahu hias, banana boat, hingga donat boat. Ada juga di situ perahu motor bertuliskan “Siantar Man.”

Di hamparan pantai berpasir, disesaki pelancong yang lalu-lalang. Mirip-mirip pasar, berbaur dengan gazebo, payung tepi sungai, pedagang yang menjual pelbagai kuliner, aksesoris dan dagangan lainnya.

Selain itu, ada juga satu-satunya bendi atau sado, yang pada hari-hari biasa tidak terlihat.

Pada hari-hari biasa, kendaraan macam motor cross dan all terrain vehicle (ATV) memang ada. Menurut Kamus Otomotif, “ATV” berbentuk mirip motor pendek beroda empat. Kendaraan ini sangat kuat terutama di medan offroad, seperti jalanan tanah atau berpasir di pantai, di pertanian dan gurun pasir.

Karena hamparan pantai dipadati pengunjung dan pedagang, motor cross dan ATV di hari H dan beberapa hari pasca Hari Raya, tidak terlihat.

Dari informasi yang dihimpun dataprosa.com, ada berbagai pihak pengelola yang berkepentingan di Pulau Cinta. Ada pihak yang khusus mengelola parkir, umpamanya.

Yang mengelola fasilitas wahana seperti banana boat atau pun donat boat, lain lagi.

Lalu, bagi para pedagang, menyewa tempat per hari di masa-masa libur Lebaran, Rp50 ribu, dibayar ke masing-masing pemilik lahan yang ada di area objek wisata. Di hari-hari biasa, biaya sewa tempat per hari Rp20 ribu.

“Tapi di hari-hari biasa, kalau para pedagang jualannya tak laku, tak tega pula kita menagih uang sewa tempat,” kata Hasan, salah satu pemilik lahan di pantai Pulau Cinta. 

Aktivitas di Pulau Cinta setiap hari dimulai pada pagi, tutup menjelang magrib. dp-01


4,448 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia