Penghulu tak Tahu Nama Rekanan Pembangunan Kantor Kepenghuluan Meranti Makmur
Pekanbaru, Indonesia-Penghulu Meranti Makmur bernama Dini Desiani tak tahu siapa nama kontraktor yang membangun Kantor Kepenghuluan yang bakal ditempatinya itu.
Di lahan Kepenghuluan (Desa) Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, kini baru dibangun kantor kepenghuluan. Nama kantor tersebut yakni Kantor Kepenghuluan Meranti Makmur. Bukan Kantor Kepenghuluan Bahtera Makmur.
Sebagaimana penjelasan Penghulu Meranti Makmur Dini Desiani kepada dataprosa.com melalui sambungan telepon, Selasa (10/8-2021), selama ini kantor Kepenghuluan Meranti Makmur masih menumpang di lahan Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero).
Dari catatan dataprosa.com, berdasarkan hasil pengumuman lelang, pada tahun anggaran 2020 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) mengalokasikan dana untuk pembangunan Kantor Kepenghuluan Desa Meranti Makmur.
Sayangnya, Penghulu Dini Desiani sendiri kepada dataprosa.com menyatakan tidak tahu siapa nama rekanan yang mengerjakan bangunan kantor Kepenghuluan Meranti Makmur. Di kantor Kepenghuluan Meranti Makmur, kata Dini, tidak ada laporan siapa kontraktornya. Dengan kata lain, meskipun pihak kontraktor sudah bolik-balik ke luar-masuk ke Kepenghuluan Meranti Makmur, Dini belum tahu siapa nama rekanan yang membangun kantor tersebut.
Dapat diketahui dari hasil pengumuman lelang, ada pun pagu paket pembangunan kantor kepenghuluan itu Rp 558.000.000,00 dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) paket Rp 557.521.577,43.
Dari 25 peserta tender “Pembangunan Kantor Penghulu Kep. Meranti Makmur Kec. Bagan Sinembah,” itu yang muncul sebagai pemenang CV Bintang Anugrah, yang mengajukan penawaran Rp529.527.143,21.
Menurut informasi di lapangan, gedung Kepenghuluan Meranti Makmur yang baru itu dibangun di lahan Desa Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah. Itu diakui Dini.
Dini menceritakan kepada dataprosa.com melalui sambungan telepon, dirinya membeli lahan tersebut dari warga setempat dan kemudian menghibahkannya untuk pembangunan Kantor Kepenghuluan Meranti Makmur tadi.
Selama ini, sebagaimana keterangan Dini, kantor kepenghuluan Meranti Makmur masih menumpang di lahan PTPN III. Penduduknya juga para karyawan PTPN lll, yaitu warga Afdling l, ll dan ditambah pekerja satu pabrik kelapa sawit (PKS). “Kantor penghulu ini warganya karyawan perkebunan PTPN lll semua,” ungkap Penghulu Dini.
Berdasarkan keterangan masyarakat yang dibenarkan Dini, warga Kepenghuluan Meranti Makmur tidak memiliki lahan/tanah sejengkal pun di area tersebut. dp-01
4,387 total views, 3 views today
