PPTK Proyek Puskesmas PONED/DAK Sedinginan Minta Berita “Diperbaiki”

Rohil, Indonesia-Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan baru Pusat Kesehatan Masyarakat Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Puskesmas PONED) Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau bernama Agus, beberapa waktu lalu meminta agar dataprosa.com “memperbaiki” berita yang sebelumnya pernah tayang terkait Puskesmas PONED tersebut.

Tak hanya meminta “memperbaiki” berita, bahkan sebelumnya lagi, Agus menyatakan agar berita tersebut “dihapus” dari media online dataprosa.com.

Agus menyampaikan permintaan “menghapus” dan “memperbaiki” berita pembangunan Puskesmas PONED Sedinginan itu kepada redaksi dataprosa.com melalui telepon selular.

Terkait berita pembangunan baru Puskesmas PONED yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DSK), itu sudah tiga kali tayang di dataprosa.com dan juga pernah terbit di media online melayupost.com.

Mengapa berita tentang pembangunan Puskesmas PONED/DAK dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rohil 2020 itu harus dihapus, hingga kini Agus tidak bersedia memberikan penjelasan.

Untuk permintaan “perbaikan berita,” dataprosa.com menyampaikan kepada Agus, agar memberikan penjelasan secara tertulis melalui aplikasi WhatsApp (WA). Namun Agus justru berjanji ingin memberi keterangan langsung kepada dataprosa.com dan melayupost.com. Dia menyebut akan datang ke Pekanbaru dari Rohil.

Tapi ditunggu-tunggu, hingga kini sudah lebih dari sebulan, Agus tak pernah menepati janjinya. Setiap kali ditanya, dirinya menyebut segera menemui dataprosa.com untuk memaparkan seputar gedung Puskesmas PONED tersebut, untuk perbaikan berita. Agus ingin membantah berita soal pembangunan baru Puskesmas PONED/DAK Sedinginan yang tayang di dataprosa.com.

Sebelumnya, kepada dataprosa.com Agus menyatakan tidak ada permasalahan terkait bangunan Puskesmas yang dibangun pada 2020 tersebut.

Bahkan Agus menegaskan, dirinya sudah turun ke lapangan bersama seorang Jaksa melakukan pengecekan terhadap Puskesmas PONED. Tapi saat dataprosa.com mempertanyakan siapa dan dari kejaksaan mana Jaksa yang mendampinginya itu, Agus menolak memberi keterangan.

“Saya sudah turun meninjau ke lapangan. Dan masalah tidak ada ditemukan,” tulis Agus di aplikasi WA yang ditujukan kepada dataprosa.com dan melayupost.com, Minggu (10/10-2021) dini hari.

Tapi begitu dataprosa.com dan melayupost.com menayangkan hasil investigasi dan pengamatan langsung seputar gedung Puskesmas PONED yang baru dibangun itu, di satu sisi Agus meminta agar berita itu “diperbaiki” bahkan supaya “dihapus.”

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, dari pengamatan wartawan dataprosa.com dan melayupost.com, usai dibangun pada tahun anggaran 2020 lalu, gedung Puskesmas PONED Sedinginan diduga kuat meninggalkan permasalahan.

Gedung Puskesmas PONED Sedinginan berlokasi persis di pinggir jalan lintas, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih.

Wartawan melayupost.com dan dataprosa.com yang mengunjungi lokasi bangunan baru itu pada Rabu, 29 September 2021 menjelang tengah hari, masih terlihat sepi. Pintu masuk gedung dan pintu belakang, dalam keadaan terkunci.

Lantai keramik yang bertangga, pada bagian pintu masuk ke gedung, masih kelihatan ada yang retak dan pecah. Di sebelah kiri dan kanan lantai keramik yang bertangga, dinding tembok baik kiri maupun kanan, juga retak-retak. Bahkan pada bagian yang retak-retak tadi, sebagian besar sepertinya di-dempul sedemikian rupa.

Lalu, lantai teras samping gedung, juga retak-retak hingga ada yang pecah-pecah. Tak hanya itu, lantai tangga pada bagian belakang gedung, satu sama lain ada yang tidak menyatu.

Kemudian, pada gedung berbiaya Rp6,4 miliar itu yakni pada bagian lantai teras samping kanan ada yang retak-retak, pecah bahkan jebol.

Pada plafon di bagian atas tiang pintu masuk, terlihat rembesan air. Wartawan juga menyaksikan lewat jendela kaca, di salah satu ruangan gedung terdapat beberapa sak semen merek “Dinamix.”

Wartawan dataprosa.com dan melayupost.com diwakili dataprosa.com belum lama ini pernah menghubungi Agus melalui ponselnya menyatakan, sebelum meninjau gedung tersebut pada Rabu (29/9-2021) lalu, dirinya dan Konsultan Proyek juga sudah melakukan perbaikan pada gedung Puskesmas PONED Sedinginan tersebut. Agus juga tak lupa menyebutkan: “Saya ‘terpaksa’ jadi PPTK,” tandasnya.

Pembiayaan gedung bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rohil tahun anggaran 2020 yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dari catatan dataprosa.com, berdasarkan hasil pengumuman lelang, ada pun pagu paket kegiatan yakni Rp6.654.480.000,00 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) paket Rp6.653.343.563,56.

Pada saat berlangsungnya pelaksanaan tender Pembangunan Baru Puskesmas PONED/DAK, itu diikuti 39 peserta. Yang muncul sebagai pemenang yakni Fajar Dhuha, meskipun bukan penawar terendah.

Dari 39 peserta tender, salah satu di antaranya PT Daman Varia Karya yang mengajukan penawaran Rp6.340.290.738,45. Selaku pemenang tender, Fajar Dhuha mengajukan nilai penawaran Rp6.428.556.114,70. Lalu, PT Permata Kencana Utama Rp6.441.769.068,17 dan PT Delima Putri Tunggal mengajukan penawaran Rp6.523.122.456,22. red

4,463 total views, 9 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish