Wujudkan Hasil Maksimal, Babinsa Dampingi Petani Cabai

Babinsa dampingi petani c.abai.

Kuansing, Indonesia–Karena berlangsungnya musim penghujan yang tidak menentu, ada beberapa petani yang beralih pola tanam dari padi ke palawija, seperti kacang, jagung, kedelai, sayur-sayuran dan tanaman palawija lainnya.

Para petani berasumsi bahwa sayuran di pasaran harganya stabil, bahkan apabila nasib lagi mujur, harga cabai dan sayuran lainnya bisa mahal dan melambung tinggi.

‎Menurut Serma Midel Heffi, tujuan melakukan pendampingan dengan cara membantu petani cabai rawit melakukan perawatan yang baik dan benar sesuai arahan dari PPL, sekaligus untuk mengetahui sejauhmana kendala dan permasalahan apa yang dihadapi masyarakat petani cabai atau palawija berkaitan dengan musim yang tidak menentu itu.

Heffi pemilik lahan cabe rawit dari Desa Benai Kecil mengatakan, sangat gembira karena dengan pendampingan  dan pembekalan dan arahan dari Babinsa dan PPL walaupun secara singkat, bisa menambah wawasan tentang tata kelola tanaman palawija sehingga masyarakat yang menanam palawija, misalnya tanaman cabai rawit, kedelai dan kacang merasa puas dan  hasil panennya bagus.

“Ke depan, kebersamaan Babinsa, PPL, dinas terkait dan petani hendaknya tetap dipertahankan sehingga apabila terjadi musim yang kurang bagus dan tidak bisa menanam padi seperti ini, petani masih bisa melakukan aktivitas dengan menanam sayuran, cabai maupun tanaman palawija lainya,” pungkasnya. rls

2,560 total views, 6 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish