Dewan Minta Keberadaan Jukir Ilegal Diawasi
Tengku Azwendi
Pekanbaru, Indonesia – Keberadaan pasar ramadan di setiap titik di Kota Pekanbaru diharapkan lebih tertata dan terkontrol oleh pemerintah Kota Pekanbaru. Tidak kalah penting, Pemerintah Kota (Pemko) Pemko juga turut mengawasi kehadiran juru parkir (Jukir) ilegal atau liar di setiap pasar ramadan, agar masyarakat atau pedagang tidak dirugikan.
“Kehadiran Pasar Ramadan dari hari ke hari semakin marak. Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oleh para pelaku pungli (pungutan liar, red) untuk mengambil keuntungan dari para pedagang, salah satunya adalah kehadiran petugas parkir ilegal atau liar,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi, Jum’at (10/5).
Meski ada toleransi yang diberikan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, Lanjut Azwendi, namun bukan berarti kehadiran pedagang Pasar Ramadan bisa bebas berjualan tanpa mengindahkan aturan yang berlaku.
“Mereka tetap harus taat aturan, karena ini bersifat musiman. Selain itu, kondisi parkir Pasar Ramadan juga harus diperhatikan. Jangan sampai, ada praktek pungutan liar atau pungli dari oknum tidak bertanggungjawab. Harus ada setoran PAD yang jelas untuk Pemko, harus dikoordinirlah,” ucap Azwendi.
Selain itu, ramainya jumlah pengunjung ke sejumlah Pasar Ramadan yang ada, membuat kawasan yang menjadi titik pasar ramadan seperti di Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Jalan Rambutan dan Jalan Kartama kerap dilanda kemacetan. Azwendi berharap pasar-pasar ramadan tersebut juga ditata dengan baik.
“Jangan sampai menimbulkan kemacetan dan mengganggu pengendara yang lewat. Pihak Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Pekanbaru diharapkan turun ke lokasi untuk mengurai kemacetan,” pungkasnya. kominfo/p-01
3,186 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini
