Membakar Semangat Anti Korupsi di Kalangan Dai Muda
Novel Baswedan saat memberikan semangat antikorupsi pada para dai (foto. www.kpk.go.id)
Jakarta, Indonesia – Penyidik KPK Novel Baswedan hadir dalam kegiatan Pesantren Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Antikorupsi hari kedua, Kamis (25/4) di Pusat Edukasi Antikorupsi. Kehadiran Novel untuk memberikan semangat antikorupsi pada para dai muda.
Perlawanan balik dari para koruptor (corruptorfightback), merupakan resiko dari perjuangan dalam melawan korupsi. Perlawanan koruptor dapat berupa berupa ancaman, maupun kekerasan fisik. Hal tersebut juga kerap dialami para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terutama mereka yang berada pada bidang penindakan.
Salahsatu peristiwa yang paling anyar yang dialami KPK adalah peristiwa penyerangan yang dialami . Pada peristiwa tersebut Novel disiram air keras pada 11 April 2017. Dimana hingga saat ini, kasus tersebut belum juga terungkap . Namun, apakah ancaman dan penyerangan mampu membuat pegawai KPK surut berjuang?
“Ketika berjalan di jalan kebaikan, pertolongan Tuhan itu pasti ada. Kalau kita berbuat kebenaran, kita tidak perlu takut,” ucap Novel.
Di hadapan 50 dai muda yang berasal dari wilayah Jabodetabek, Novel menceritakan sepak terjangnya dan pengalamannya menjadi seorang penyidik. Termasuk ancaman sebagai bagian dari risiko tugas yang diemban. Meski begitu, lanjut Novel, ia dan kawan-kawan penyidik lainnya, tidak pernah takut untuk selalu mengungkap kasus korupsi.
Sebab ia percaya, takdir itu sudah digariskan Tuhan yang Mahakuasa. “Takut tidak menambah usia, dan berani tidak mengurangi, walaupun sehari,” katanya.
Dalam sesinya, Novel juga menyinggung soal para pejabat dan penyelenggara negara yang mendapatkan amanah oleh undang-undang sebagai ‘pelayan rakyat’. Ketika ia berbuat korupsi, itu sama dengan berkhianat kepada negara. Sebab mereka telah menerima mandat untuk menjalankan tugas mengelola negara.
“Jika mereka yang memiliki tanggung jawab itu menerima suap, berarti dia sudah jadi pengkhianat negara,” ujar Novel.
Karena itu, tugas pemberantasan korupsi, menjadi bagian penting dalam memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan penegakan hukum, dan menyingkirkan para pengkhianat yang menggerogoti bangsa, dengan mengambil keuntungan bagi diri sendiri ataupun kelompoknya.
Selain mendapatkan motivasi dari Novel, di sesi sebelumnya, para peserta juga mendapatkan materi tentang pentingnya transparansi, integritas dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Spesialis PP LHKPN KPK Sugiarto.* www.kpk.go.id/dns
3,563 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini
