Rolan Aritonang: “Agar Kemenkes Umumkan Luas Lahan Pembanguan RS Otak dan Jantung Riau!”

Riau, Indonesia–Wakil Ketua Lembaga Anti Korupsi (LAK) Riau Rolan Aritonang meminta kepada pihak Kementrian Kesehatan (Kemenkes) agar mengumumkan kepada publik secara resmi versi Kemenkes berapa sebenarnya luas lahan yang diperlukan untuk kepentingan pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung dan Otak (RS UPT Vertikal Riau) di Pekanbaru, Provinsi Riau itu.

Penjelasan resmi dari pihak Kemenkes itu penting, menurut Rolan, agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah-tengah publik, khususnya di Riau.

Harapan kepada pihak Kemenkes melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bernama Cipta Harisma, disampaikan Rolan kepada dataprosa.com di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau di Pekanbaru, Jumat (25/7-2025).

Sebagaimana diketahui, pada pemberitaan-pemberitaan di media ini beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau Sri Sadono Mulyanto baru-baru ini, sesumbar bahwa luas lahan pembangunan RS Otak dan Jantung Riau berbiaya lebih dari setengah triliun rupiah, itu yakni 10 hektare. Pernyataan Sri Sadono itu sudah tayang di pelbagai media.

Sementara di pihak lain, data pada dataprosa.com mengungkap bahwa “luas total” lahan yang dibutuhkan lebih-kurang 48.703, 9 meter per segi. Yang artinya tak sampai 5 hektare.

Lalu, dari luas yang 10 hektare tadi, dua hektar di antaranya selama ini digunakan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Negeri Riau (Unri) untuk praktikum dan penelitian pertanian, serta Kelompok Tani. Jadi, dua hektare lahan praktikum Faperta yang posisinya berada di luar kepentingan pembangunan rumah sakit seluas 48.703, 9 meter bujur sangkar, kurang dari lima hektare, turut “dibegal” dengan mengatasnamakan “Pembangunan Rumah Sakit Vertikal Riau,” yang kini tengah berlangsung di Jalan Naga Sakti, Pekanbaru, Provinsi Riau.

“Jika memang pihak Kemenkes cuma membutuhkan lahan hampir lima hektar saja, ya, diumumkan saja ke publik,” ujar Rolan Aritonang, anggota DPRD Riau Periode 1999–2004 itu. red

1,104 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia