Walikota Pekanbaru Ajak Warga Hindari Polemik Baru

Pekanbaru, Indonesia – Seiring dengan berakhirnya pelaksanaan Pemilu 2019, berbagai spekulasi mulai bermuculan di masyarakat, terutama melalui media sosial.

Munculnya hasil Pemilu, oleh sejumlah lembaga Quick Count yang menyatakan kemenangan salah satu calon, hingga dugaan ‘serangan hacker‘ di sejumlah website pelaksana Pemilu. Hal tersebut bukan hanya terjadi di tingkat Nasional, tetapi juga terjadi di Kota Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru, Dr.H.Firdaus, mengaku prihatin melihat kondisi dan polemik yang berseliweran di media sosial,

“Saya prihatin dengan hal tersebut. Meski pada pertarungan itu pasti ada kalah dan menang, tapi ini adalah proses. Saya berharap jangan diteruskan lagi, karena pelaksana pemilu tentu sudah bekerja dengan baik dan sesuai SOP. Jadi mari kita tunggu hasil Realcount dari KPU yang jelas-jelas terlegitimasi,” ujar Firdaus beberapa waktu lalu sebagaimana dikutip dari Pekanbaru.go.id.

Firdaus juga menyampaikan, berdasarkan pantauan yang dilakukan pada saat melakukan pemantuan pencoblosan pada hari rabu lalu, pihaknya menemukan banyak TPS yang kekurangan surat suara. Hal tersebut tidak lain karena antusias masyarakat Pekanbaru yang ingin ikut dalam pesta demokrasi. Diperkirakan, tingkat pemilih di Kota Pekanbaru yang hanya ditargetkan 77,5 persen justru bisa mencapai 82 persen lebih. Namun, persoalan surat suara kurang tersebut sudah diberikan solusi dengan pemungkutan suara lanjutan (PSL) bagi yang belum memilih. 

“Solusi sudah ada, tinggal melaksanakannya. Untuk mereka yang memiliki hak pilih dan sudah mendaftar kemarin tapi tak bisa mencoblos karena surat suara kurang, ayo ke TPS lagi agar bisa mencoblos,” imbau Wako.

Walikota yang duduk dalam periode keduanya ini, kembali mengingatkan warga pekanbaru agar tidak ‘berperang’ melalui media sosial atau dunia nyata. Masyarakat juga dihimbau untuk menghormati segala hasil tersebut karena bagaimanapun ini adalah pilihan rakyat. 

“Hentikanlah menyebar informasi yang belum valid yang justru akan menimbulkan polemik baru. Tunggu saja hasil resmi dari KPU yang sedang bekerja. Bermedia sosial itu menjalin silaturahmi dan mendekatkan yang jauh, bukan sebaliknya. Mari kita sukseskan Pemilu ini tuntas dan selesai,” ajak Firdaus.* tns/kominfo

3,263 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia