“Pilkada Siak Rusuh, Polisi Turunkan Water Cannon”
Siak, Indonesia-Sejumlah massa pendukung salah satu pasangan calon bupati (Cabub) seolah-olah merasa tidak puas dengan hasil penghitungan suara sementara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berlangsung di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Rabu (9/12-2020).
Massa yang tidak puas tersebut ribut ke sana ke mari. Buntut-buntutnya terjadi kerusuhan. Mereka yang tidak puas kemudian melakukan aksi unjuk rasa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak.
Mengetahui terjadinya kerusuhan, pihak keamanan dari Polisi Resor (Polres) Kabupaten Siak pun bergerak cepat melakukan tugasnya, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Selain Negosiator, pihak Polres juga menurunkan mulai dari water cannon, berlanjut dengan pengerahan personil pengendalian masa (Dalmas) yang melibatkan seluruh personil Polres Siak dari setiap Satuan serta pasukan bermotor untuk mengurai massa yang bertindak anarkis.
Akhirnya Polres Siak berhasil menangani aksi huru-hara tersebut. Pelaksanaan Pilkada kembali berlangsung kondusif hingga berlangsungnya penghitungan suara oleh KPU Kabupaten Siak.
Ilustrasi pengamanan pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang itu berhasil di-simulasi-kan Polres Siak pada acara “Menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota)” yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Sabtu (28/11/2020).
Gelar Simulasi Sispamkota Ops Mantap Praja Lancang Kuning 2020 Polres Siak itu disaksikan oleh undangan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Siak, Komisioner KPU dan Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) serta masyarakat sekitar.
Sebagaimana disampaikan Humas Polresta Pekanbaru melalui aplikasi WhatsApp (WA) kepada wartawan, Minggu (29/11-2920), dalam arahannya Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya SH SIK, MH mengatakan, kegiatan Simulasi Sispamkota Ops Mantap Praja Lancang Kuning 2020 ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan Polres Siak dalam melaksanakan pengamanan Pilkada 2020.
“Kita melaksanakan Simulasi pengamanan Pilkada ini untuk mempersiapkan diri dalam pengamanan setiap tahapan dan rangkaian proses pemilihan kepala daerah nanti mulai dari tahapan pemungutan suara hingga pelantikan dan sumpah jabatan,” kata Kapolres
Kapolres menambahkan, dalam pengamanan Pilkada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena selain menjaga situasi tetap aman dan kondusif Polri juga dituntut memastikan tidak terjadi penyebaran Covid-19 karena masih dalam situasi pandemi.
“Saya berharap seluruh personil benar-benar siap dalam melakukan pengamanan, baik menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses pesta demokrasi ini berlangsung, mulai dari pencoblosan nanti sampai pada pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih serta benar-benar memastikan semuanya terhindar dari penyebaran Covid-19. Dua hal ini yang harus benar-benar jadi pedoman,” tandas Kapolres.
Di akhir arahannya, Kapolres Siak memyampaikan agar seluruh personil melaksanakan simulasi tersebut dengan serius dan sungguh-sungguh.
“Kemampuan dalam pengendalian massa merupakan kemampuan yang perlu latihan secara berkelanjutan dalam rangka menguji kesiapsiagaan personil. Untuk itu lakukan simulasi ini dengan serius dan sungguh-sungguh, seolah-olah ini benar-benar terjadi agar tahapan demi tahapan pengamanan dapat berjalan sesuai rencana dan hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan,” tutup AKBP Doddy. rls/dp-01
3,211 total views, 3 views today
