Kuat Indikasi, Aktivitas Bongkar Tanah Timbun dan BBM Subsidi Ilegal Berlangsung di Proyek HKI di Pekanbaru
Pekanbaru, Indonesia–Kuat indikasi, penimbunan tanah yang dilakukan di area proyek PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) di Jalan Riau, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau berasal dari kuari ilegal.
Dari pantauan dataprosa.com di area proyek HKI, Jumat (9/1-2026), puluhan unit mobil tronton tengah melakukan aktivitas pembongkaran tanah urug.
Salah satu sopir berinisial AG yang dihampiri dataprosa.com menyebut, tanah timbun yang mereka angkut ke lokasi PT HKI itu berasal dari kuari milik pihak HJ di Muara Fajar, Pekanbaru. Seluruhnya, kata HJ berjumlah 11 unit mobil yang tengah melakukan pembongkaran saat itu.
Tak hanya itu, selain pembongkaran tanah timbun, sebagaimana pantauan dataprosa.com, Sabtu (10/1-2026) di sana, bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk aktivitas alat berat di lapangan, ditemukan satu unit mobil ranger masuk ke areal proyek membawa BBM dalam keadaan tertutup terpal dan langsung mengisi BBM tersebut ke alat berat yang sudah terparkir dengan menggunakan jeriken.
AR, yang diduga vendor proyek yang pernah bertemu dataprosa.com di salah satu kafe di kawasan Palas, Pekanbaru, belum lama ini tidak dapat memberikan penjelasan menyangkut aktivitas baik itu pengadaan tanah urug yang diduga ilegal, juga pengadaan BBM yang diduga menggunakan BBM subsidi di lokasi proyek.
“Aku hanya kaget. Saya pikir yang bermasalah proyek saya yang berada di jalan LKMD. Ternyata di Riau Baru,” katanya. “Kalau yang di Riau Baru ini, orang yang bertanggung jawab…,” ungkap AR menyampaikan isyarat dengan menunjuk orang yang berada di depannya.
Lalu, orang yang ditunjuk yang berada di hadapan AR itu merespon. Dia tak terima bila ada orang yang masuk ke proyek tanpa permisi kepada dirinya.
“Saya orang kampung situ. Dan saya tak senang ada orang yang masuk ke sana tanpa seizin aku. Sekalipun itu polisi!” tandasnya.
Eddartin yang akrab disapa Idat, Humas HKI di Pekanbaru berulang kali dihubungi dataprosa.com lewat ponselnya, bahkan melalui WhatsApp (WA), tidak memberikan respon. rh
631 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini
