LSM KPB: Sejumlah Proyek PSU PUPR Riau Diduga Rugikan Keuangan Negara

Pekanbaru, Indonesia-Di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau diduga kuat banyak terjadi praktik kolusi yang merugikan keuangan negara dan merugikan teknis pengerjaannya.

Ruslan Hutagalung Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Kesatuan Pelita Bangsa (LSM KPB) mengemukakan hal itu kepada wartawan termasuk dataprosa.com, di Jalan Belimbing, Pekanbaru, Rabu (5/10-2022).

Pernyataan itu disampaikan Ruslan, setelah pihaknya melakukan investigasi terhadap sejumlah pelaksanaan kegiatan fisik Dinas PUPRPKPP Riau di beberapa lokasi. Di antaranya di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar dan di Kelurahan Sialang Munggu, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Baik di Desa Tarai Bangun maupun Kelurahan Sialang Munggu, kedua proyek Penunjukan Langsung tersebut yakni paket semenisasi jalan pada Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau 2022.

Kepada dataprosa.com Ruslan menyebutkan, dirinya berhari-hari mengamati langsung saat proyek PSU di kedua lokasi tengah berlangsung. Berbagai lapisan masyarakat turut menyaksikan Ruslan, mulai dari yang muda dan tua. Bahkan Ruslan menyebut, ada beberapa mahasiswa yang menyaksikan dan memberi semangat kepada dirinya saat Ketua Umum KPB itu berada di lokasi kegiatan mengamati para pekerja yang melaksanakan semenisasi jalan.

Dari hasil penelusuran KPB, Ruslan menyatakan, pelaksanaan semenisasi di Desa Tarai Bangun dengan target volume 82 meter kubik, diduga terjadi praktek kolusi yang merugikan keuangan negara dan merugikan teknis pengerjaannya.

“Hamparan K-225 dengan target volume 82 meter kubik, terlaksana hanya 11 mobil yang berisi 6 meter kubik semen K-225 per mobil,” kata Ruslan.

Dia kemudian menjelaskan, dalam pelaksanaan semenisasi tersebut, semen K-225 hanya 11 mobil. Setiap mobil memuat 6 meter kubik. Itu artinya, total pelaksanaan semenisasi ruas jalan 66 meter kubik. Jadi dari target volume 82 meter kubik, dalam pemahaman Ruslan, terdapat “sisa” 16 meter kubik, yang diperoleh dari 82 meter kubik kurang 66 meter kubik.

Lalu, papar Ruslan, sebelum menghampar K-225, tak ada dilakukan pemerataan permukaan lokasi. Selain itu, pada proyek tidak dilakukan pengganjalan besi warmis agar semen dapat menyelimuti seluruh besi yang terbentang.

Selanjutnya, Ketua Umum KPB itu menjelaskan terkait kegiatan semenisasi pada PSU di Kelurahan Sialang Munggu, Kota Pekanbaru.

Dia menuturkan, pelaksanaan kegiatan semenisasi di sana juga mirip dengan di Tarai Bangun. Proyek semenisasi itu target volume-nya juga 82 meter kubik.

“Yang masuk ke proyek 9 mobil dengan isi 7 meter kubik per mobil,” ujar Ruslan.

Ruslan mengalkulasikan, dari 9 mobil yang masuk itu maka total volume K-225 dalam pengerjaan semenisasi jalan itu yakni 63 meter kubik. Sedangkan, target volume 82 meter kubik. Maka dalam pengertian Ruslan, terdapat “sisa” volume 19 meter kubik.

Dalam penelusuran pihak KPB, harga semen yang diangkut ke lokasi itu Rp2.100.000 per meter kubik. Informasi harga ini, kata Ruslan, diperoleh dari pengusaha ready mix.

Jadi untuk pelaksanaan pekerjaan semenisasi di Tarai Bangun, menurut hitung-hitungan versi KPB terdapat “sisa anggaran” Rp33.600.000. Angka ini diperoleh dari 16 X Rp2.100.000.

Untuk pekerjaan semenisasi di Sialang Munggu, terdapat “sisa” anggaran Rp39.000.000. Diperoleh dari 19 X Rp2.100.000.

Guna melakukan konfirmasi, dataprosa.com menghubungi Purwanto, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas PUPRPKPP Riau yang terkait dengan kegiatan semenisasi pada kedua PSU.

Menanggapi adanya “sisa” angggaran dalam pelaksanaan masing-masing kegiatan PSU tersebut, melalui aplikasi WhatsApp (WA), Rabu (5/10-2022), Purwanto justeru balik bertanya. “Maksud kelebihan volume itu adalah kekurangan volume?” tanya Purwanto.

Sedangkan dalam pemahaman Ruslan, yang dimaksud dengan “kelebihan” volume, itu yakni “volume yang tersisa dari target volume 82 meter kubik.”

Sebagaimana penjelasan Purwanto, hingga berita ini tayang, hasil pelaksanaan kedua proyek semenisasi pada PSU baik di Tarai Bangun maupun di Sialang Munggu, belum dibayarkan. red

439 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia