Pelaksanaan Ribuan Paket Kegiatan PSU di Dinas PUPRPKPP Riau Patut Dipertanyakan

Pekanbaru, Indonesia-Pada pemberitaan di media ini sebelumnya, yakni 6 Oktober 2022, tercatat 2 paket proyek Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) di Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau diduga kuat menjadi ajang kolusi yang merugikan keuangan negara dan merugikan teknis fisik pengerjaannya.

Dugaan itu disampaikan Ruslan Hutagalung Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Kesatuan Pelita Bangsa (LSM KPB) kepada dataprosa.com di Pekanbaru, Provinsi Riau, Rabu (5/10-2022).

Namun untuk selanjutnya, dari informasi yang masuk ke redaksi dataprosa.com, tak hanya dua, diperkirakan ada lebih seribu paket proyek PSU Dinas PUPRPKPP Riau, baik berupa kegiatan tender maupun penunjukan langsung (PL) yang tersebar di berbagai lokasi di kota maupun kabupaten di Riau.

Ruslan menyebutkan, pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung adanya proyek  PSU. Alasan Ketua Umum KPB itu, karena sangat membantu masyarakat, terlebih di pelosok dan di pinggiran kota. Misalnya, dengan adanya akses pembangunan semenisasi jalan, itu sangat menguntungkan warga.

Tapi dia menambahkan, jangan pula sampai proyek-proyek tersebut menjadi ajang nepotisme atau pun kolusi apalagi jumlahnya sampai lebih seribu paket yang pada gilirannya sampai merugikan keuangan negara.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, pihak KPB sudah melakukan investigasi terhadap sejumlah proyek PSU yang dilaksanakan Dinas PUPRPKPP. Contohnya, kegiatan semenisasi jalan yang berlangsung di Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru dan di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Dari hasil investigasi KPB terhadap dua kegiatan semenisasi pada PSU itu diduga kuat banyak terjadi praktik kolusi yang merugikan keuangan negara dan merugikan teknis pengerjaannya.

Proyek PSU di Sungai Sibam, umpamanya, seperti pada pemberitaan dataprosa.com sebelumnya, dari hasil hitung-hitungan LSM KPB, terdapat sisa volume yang tidak masuk pada pengerjaan fisik senilai Rp33.600.000.

Lalu, untuk pekerjaan semenisasi di Sialang Munggu, juga terdapat sisa volume sebanyak 19 meter kubik dengan nilai anggaran Rp39.000.000. Hasil tersebut diperoleh dari 19 meter kubik X Rp2.100.000.

Hal itu baru satu paket pekerjaan. Selanjutnya, bagaimana dengan proyek PSU yang jumlahnya lebih seribu yang menyebar di berbagai kabupaten dan kota itu? Kemudian, pihaknya melakukan investigasi boleh di bilang masih di kawasan perkotaan. Bagaimana dengan proyek PSU seperti semenisasi jalan itu yang pelaksanaannya di pelosok-pelosok pedesaan?

Untuk melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan paket PSU yang jumlahnya lebih seribu, itu dataprosa.com menghubungi para pejabat terkait di Dinas PUPRPKPP.

Rupa-rupanya, baik Khairul Rizal Kepala Bidang Permukiman (Kabid Perkim) Dinas PUPRPKPP Riau, termasuk Arief Setiawan selaku Kepala Dinas PUPRPKPP yang dihubungi berkali-kali melalui telepon maupun aplikasi WhatsApp (WA), lebih bersikap “introvert” daripada memberikan penjelasan kepada publik melalui media.

Benarkah di Dinas PUPRPKPP terdapat lebih dari 1000 paket proyek PSU baik melalui tender maupun Penunjukan Langsung?

Saat dikonfirmasi lewat telepon kepada Kabid Perkim Khairul Rizal maupun Kepala Dinas PUPRPKPP Arief Setiawan, terhubung namun tak ada respon. red.


459 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia