Minus SF Hariyanto, Syahrial Abdi dan Kaderismanto, Rapat Paripurna DPRD Riau Kembali Dimolorkan

Riau, Indonesia–Rapat Paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, di Pekanbaru, Senin (15/12-2025) akhirnya sepakat untuk memolorkan rapat yang memang sudah molor.

Rapat diundur, gara-gara Pelaksana Tugas (PlT) Gubernur Riau SF Hariyanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Syahrial Abdi dan Ketua DPRD Riau Kaderismanto tak muncul-muncul. Para anggota dewan tak sudi rapat berlanjut gara-gara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau cuma menghadirkan Asisten II.

Sebagaimana yang sudah dijadwal, sidang paripurna terbuka untuk umum yang dihadiri dataprosa.com, seharusnya saat itu membahas agenda penyampaian jawaban fraksi atas pendapat kepala daerah terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), sekaligus pembentukan Panitia Khusus (Pansus) serta penyampaian rekomendasi Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terkait Tanah Ulayat dan pemanfaatannya.

Rapat pada Senin itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan. Dia melaporkan, anggota dewan yang menandatangani kehadiran yakni 33 orang dari seluruh anggota DPRD yang berjumlah 65 orang. Tapi jika diamati, yang hadir secara fisik paling-paling cuma kira-kira 15 orang.

Masing-masing fraksi yang hadir ditambah dari pihak Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) melalui para juru bicaranya secara bergiliran menyatakan sepakat agar rapat paripurna diundur hingga pada hari-hari mendatang yang waktunya belum ditetapkan saat itu.

Yang hadir yaitu dari Fraksi Gerindra, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (F-PDI) Perjuangan dan Fraksi Demokrat serta Bapemperda.

Yang pertama menyampaikan agar paripurna ditunda, yaitu Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya Edi Basri.

Sedangkan Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya Andi Darma Taufik menandaskan bahwa pertemuan pada rapat paripurna itu merupakan forum tertinggi di DPRD Riau. Itu sebabnya pihaknya merasa kecewa karena sekelas rapat paripurna, yang muncul dari pihak Pemprov Riau cuma Asisten II.

Dalam pada itu, saat giliran bicara, dari Fraksi Demokrat yang disampaikan juru bicaranya Manahara Napitupulu, tak segan-segan melontarkan otokritik terhadap pihak anggota DPRD Riau.

Manahara tak hanya mempertanyakan ketidakhadiran PlT Gubernur Riau dan Sekda, namun dia juga meminta agar perlu evaluasi terhadap internal anggota DPRD Riau. “Ke depan, agar sama-sama disiplin,” ujarnya pada rapat.

Menurut Manahara, jika anggota DPRD Riau disiplin, tentu pihak Pemprov semakin disiplin juga. “Karena forum ini adalah forum bersama. Rapat paripurna. Jadi, kita sama-sama mendisiplinkan diri,” tandasnya. red

474 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia