Oknum Bhabinkamtibmas Kesal Namanya Terseret-seret Terlibat Galian C di Pekanbaru

Pekanbaru, Indonesia–Aiptu Zio Alramos, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Muarafajar Timur, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, merasa kesal.

Kekesalan itu dilimpahkan Zio saat dirinya menghubungi dataprosa.com melalui Ponsel-nya, Rabu (7/1-2026) lalu, di Pekanbaru.

Zio tidak terima namanya terseret-seret seolah-olah turut terlibat aktivitas galian C ilegal di Muarafajar Timur. Nama Zio Alramos dan kepangkatannya selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Muarafajar Timur tertulis dengan jelas, tanpa inisial di berbagai media online seakan-akan dirinya dalang pelaku galian C ilegal yang tersiar ke mana-mana. Kepada dataprosa.com dia menyayangkan sikap wartawan yang menulis berita tersebut.

“Memang dalam berita tersebut sifatnya hanya dugaan. Tapi nama saya sudah sampai kemana-mana. Padahal saya tidak pernah melakukannya. Jadi sekalipun itu sipatnya hanya dugaan, itu bahasa wartawan. Kalau di mata masyarakat awam, sudah jelas saya dianggap sebagai pelaku tambang ilegal,” ungkapnya kesal.

Mendengar narasi yang diluapkannya kepada dataprosa.com melalui Ponsel, itu dataprosa.com tidak begitu saja menerima informasi yang munculnya sepihak.

Ab, yang disebut-sebut merupakan orang yang diduga melakukan kegiatan tambang ilegal di sana, justru mengaku dirinya memang melakukan penggalian tanah timbun. “Saya tidak pernah mengatakan Zio Alramos terlibat dalam tambang yang saya lakukan. Jadi berita tersebut sudah meleset,” kata Ab kepada dataprosa.com, Rabu (7/1-2026).

Menurut Ab, Zio sama sekali tak punya andil dalam aktivitas galian yang di lakukan Ab. Dia menambahkan, Zio adalah seorang aparat. “Bahkan sebagai Bhabinkamtibmas di daerah ini tak senekat itu Beliau melakukan aktivitas yang melanggar hukum. Jadi berita yang dibuat di media itu sepertinya harus di-klarifikasi dan saya tidak tahu sumber berita menyangkut nama Zio ada di sana. Saya bekerja sendiri, tidak membawa siapa pun,” ungkap Ab.

Tak cukup sampai di situ. Ab sebagai pelaku penggalian tanah urug di sana, bukanlah pemilik lahan. Wartawan media ini kemudian menghubungi Asni, pemilik lahan yang tanahnya digali Ab itu.

Kepada dataprosa.com di kediamannya, Kamis (8/1-2026), Afni juga menyayangkan adanya pemberitaan di media yang membawa nama Zio sebagai pelaku galian itu. “Zio Alramos tidak punya keterlibatan di sana. Saya yang punya lahan. Jadi tahulah saya siapa yang bekerja di sana,” ungkapnya.

Tapi meski begitu, Asni berdalih, lahan itu digali bukan semata untuk mengambil tanah timbun. “Itu bertujuan untuk mendatarkan tanah. Karena rencana saya untuk bangun perumahan di sana,” tambahnya.

Selain itu, dataprosa.com selanjutnya menghubungi Ketua Rukun Warga (RW) setempat. Namanya Acmi.

Kepada dataprosa.com melalui Ponsel-nya, Rabu (7/1-2026), Acmi justru merasa terkejut. Selaku RW, dirinya tak percaya kalau Zio Alramos punya tambang galian C. “Tak mungkinlah, Pak Bhabinkamtibmas melakukan itu,” ujarnya. rh

645 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia