Tim Tabur Kejaksaan Amankan Buronan Tersangka Korupsi Videotron Medan

Tim Tabur Kejaksaan mengamankan tersangka buronan korupsi.

Jakarta, Indonesia-Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), Jumat (15/1-2021) berhasil menangkap buronan atau yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan status Tersangka atas nama Djohan di Kawasan Medan Timur, Medan, Provinsi Sumut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan pers yang diterima dataprosa.com, Sabtu (16/1-2021) mengemukakan, identitas lengkap Tersangka, yakni Djohan (49) Direktur CV Putra Mega Mas. Tempat tinggal tersangka di Jalan Madio Santoso, No 103-H P, Barayan Darat II, Kecamatan Medan Timur dan Jalan Jemadi Gang Bahagia II, No 12 D, Medan.

Tersangka Djohan diamankan atau ditangkap di rumahnya di Komplek Ladang Mas, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Jum’at (15/1-2021) sekitar pukul 19.00 WIB.

Djohan sendiri adalah Tersangka dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadaan Sarana Informasi Massal Tentang Harga Kebutuhan Pokok Secara Elektronik (Videotron) pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Tahun 2013 dengan anggaran sebesar Rp. 3.168.120.000,- (tiga miliar seratus enam puluh delapan juta seratus dua puluh ribu rupiah) yang disidik berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor : Print-02/N.2.10/Fd.1/03/2017 tanggal 20 Maret 2017.

Tersangka Djohan diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 subsidiair pasal 3 Jo pasal 18 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam keterangannya Leonard menjelaskan, pada saat Tim Tabur menangkap, Tersangka Djohan berusaha mengelabui dengan menunjukkan identitas yang berbeda antara Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Izin Mengemudi (SIM). Karenanya diduga Tersangka berusaha untuk mengganti identitas agar tidak dikenali.

Pada saat dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai Tersangka di tahap Penyidikan, Tersangka Djohan selalu mangkir dan oleh karena itu kemudian pada 3 Juli 2017, Kejari Medan menetapkan tersangka dalam daftar pencarian orang (DPO).

Setelah berkoordinasi dengan Tim Tabur Kejari Medan, tersangka Djohan diserahkan langsung ke pihak Kejari Medan yang diwakili Kepala Seksi Intelijen Bondan Subrata untuk selanjutnya dibawa ke kantor Kejari Medan.

“Malam itu juga semua kelengkapan dokumennya termasuk rapid test antigen untuk dititipkan di Rutan Tanjung Gusta dan selanjutnya akan ditangani oleh Tim Penyidik Pidsus Kejari Medan agar berkasnya segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan untuk disidangkan,” jelas Kasi Intel.

Keberhasilan Tabur Kejaksaan kali ini merupakan yang ke-13 di Tahun 2021 dari DPO Kejaksaan RI.

Melalui Program Tabur Kejaksaan, pihak Kejagung menghimbau kembali kepada seluruh DPO Kejaksaan RI untuk menyerahkan diri dan mempertangungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang nyaman bagi DPO. K.3.3.1/dp-01


111 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia