Andyka Lesmana, Korban Investasi Bodong PT MMF Puluhan Juta Rupiah di Kampar?

Kampar, Indonesia-Andyka Lesmana (37) berusaha keras agar uang yang sudah disetor ke pihak PT Menara Mas Futures Rp100 juta dikembalikan seluruhnya kepada dirinya. Tapi, yang dia peroleh cuma Rp30 juta. Itu artinya, tekor Rp70 juta. Duit Rp70 juta itu hingga berita ini tayang, lenyap.

Setoran yang Rp100 juta berlangsung 2 tahap. Pertama, Rp85 juta pada Senin, 16 Oktober 2023 dan kedua, Rp15 juta pada Senin, 23 Oktober 2023.

Yang lebih miris lagi, duit yang disetor Rp100 juta itu milik ibu Andyka bernama Suminah (54). Mengetahui duitnya tidak juga kembali, sebagaimana penuturan Andyka kepada dataprosa.com, Minggu (20/12-2023), di Pekanbaru, Provinsi Riau, Suminah pun berkali-kali pingsan.

Andyka bersama kedua orangtuanya tinggal di Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Lalu, bagaimana pihak Andyka tergiur menjadi nasabah PT Menara Mas Futures (MMF)?

Andyka menceritakan, sebelum orangtuanya tinggal di Batu Gajah, mereka bermukim di Desa Singosari (Air Terbit), Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Di Desa Singosari itu juga ada warga bernama Sungkono, kolega dari ayah Andyka bernama Kaswadi. Sungkono memiliki puteri, namanya Susan.

Sungkono, kata Andyka kepada dataprosa.com, membujuk-bujuk keluarga Kaswadi agar mau menginvestasikan duitnya ke tempat puterinya bernama Susan yang menurut Sungkono bekerja di PT MMF. Jika Kaswadi mau menjadi nasabah PT MMF, bisa memperoleh untung berlipat ganda, dan duit tidak akan hilang.

Maka Sungkono pun menjadi nasabah PT MMF. Sungkono menyerahkan segala urusan administrasi kepada Andyka. Seterusnya, Andyka kemudian berurusan kepada Susan, yang menurut Sungkono bahwa puterinya itu karyawan PT MMF.

Tergiur dengan bujuk rayu Sungkono, Kaswadi pun menjual kebun sawit satu-satunya sumber mata pencarian keluarga Kaswadi. Luasnya satu hektare dengan harga Rp125 juta.

Dari hasil penjualan kebun sawit, pertama-tama, yakni 16 Oktober 2023, melalui Andyka pihak Sungkono melakukan penyetoran Rp85 juta.

Sesudah “menginvestasikan” duit Rp85 juta, besoknya, yaitu Selasa, 17 Oktober 2023, Andyka langsung mendapatkan pencairan “keuntungan” Rp5 juta.

Saat menyetor duit Rp85 juta itu, pihak PT Menara Mas Futures dengan menggunakan kop surat yang salinannya dilihat dataprosa.com, membuat “BUKTI KONFIRMASI PENERIMAAN NASABAH PADA PT. MENARA MAS FUTURES,” tertanggal Senin, 16 Oktober 2023 ditandatangani Verifikator, Wakil Pialang Berjangka, Dedy Ainal dan Direktur Utama Marco Alexander Kurniawan. Dilengkapi dengan stempel PT Menara Mas Futures.

Lalu, Rabu, 18 Oktober 2023 Andyka kembali menerima pencairan “keuntungan” Rp5 juta lagi. Begitu seterusnya hingga “uang keuntungan” seluruhnya terkumpul Rp60 juta. Namun separuhnya, yakni Rp30 juta, untuk Susan. Dan pada 23 Oktober 2023 Andyka kembali menyetor Rp15 juta.

Namun sejak 24 Oktober 2023 hingga kini, Andyka tidak lagi menerima uang “keuntungan.” Keluarga Andyka pun untuk selanjutnya menghubungi dan mendesak Susan agar seluruh uang yang disetor dikembalikan kepada Sungkono. Tapi Susan memang piawai memberikan alasan untuk tidak mengembalikan uang yang disetorkan keluarga Sungkono.

Mengetahui uang tak kembali, Suminah sempat beberapa kali pingsan. Sejak kebun sawit yang bisa menghasilkan duit rata-rata Rp5 juta per bulan itu dijual, akibatnya keluarga Sungkono pun tidak lagi memiliki penghasilan tetap.

Susan yang tercatat selaku Trading Analyst di PT Menara Mas itu yang dikonfirmasi dataprosa.com, Rabu (13/12-2023) melalui telepon, terhubung namun tidak ada respon.

Kepada dataprosa.com, Andyka berharap agar duit yang disetorkan itu seluruhnya dikembalikan kepada pihaknya. red

4,106 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia