Buruh Demo Tuntut Hak di PT Indomarco Cabang Pekanbaru

Aksi unjuk rasa buruh di kantor PT Indomarco Prismatama, Cabang Pekanbaru. Foto: Dok dataprosa.com

Kampar, Indonesia-Ratusan buruh (pekerja) yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa dan Asuransi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP NIBA KSPSI) Pimpinan Cabang (PC) Kabupaten Kampar kembali melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor PT Indomarco Prismatama TBK Cabang Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (21/9-2020).

Kantor perusahaan tersebut beralamat di Jalan Raya Teratak Buluh No 88, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, tak jauh dari perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar.

Massa buruh mulai bermunculan turun dari truk berkumpul di halaman kantor Indomarco Prismatama kira-kira pukul 09.00 WIB.  Bersamaan dengan itu, turut hadir satu unit ambulance dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Kampar.

Aksi demo dilakukan bersama dengan sejumlah buruh dari organisasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) PC Kampar.

Dalam menyampaikan aspirasi para buruh, orasi dilakukan kurang-lebih lima orator secara bergantian di tempat khusus, yakni pada satu unit mobil pick up yang diparkir di halaman kantor perusahaan dengan dilengkapi loud speaker dan toa.

Dari orasi tersebut buruh menyerukan, pihaknya menuntut hak-hak Serikat Pekerja NIBA yang dianggap selama ini sudah dikangkangi oknum-oknum tertentu.

Kepada para rekan-rekannya sesama buruh, orator menegaskan jangan sampai mengganggu hak-hak orang lain. “Kami melakukan aksi damai. Kami adalah legal. Menuntut hak kami,” tandas orator.

Para orator yang berdiri di mobil pick up secara bergilir yang meneriakkan tuntutan mereka, yakni antara lain terdiri dari Marin, Edi Hermanto, Andi Riski Nasution, Syahroni dan Ikhsan Siahaan selaku Koordinator Lapangan (Korlap) 2.

Pada bagian orasi, buruh juga meminta untuk bertemu dengan pihak perusahaan. Pada mulanya, pihak perusahaan tidak bersedia memenuhi keinginan buruh tersebut. Pagar yang memisahkan antara halaman dengan gedung kantor dijaga ketat para Satuan Pengamanan (Satpam) PT Indomarco yang diawasi Polisi dari Sektor Kecamatan Siak Hulu.

Aksi damai dihadiri Kapolsek Siak Hulu Zulkarnain. Turut serta di tengah-tengah aksi di antaranya Ketua Pimpinan Daerah (PD) FSP NIBA Provinsi Riau Rukiah Indrawati dan wakilnya Toto beserta jajaran. Dari PC NIBA Kabupaten Kampar hadir Wakil Ketua Medison Lubis.

Selain itu juga hadir anggota Komisi III yang antara lain membidangi Tenaga Kerja, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar Maju Marpaung. Bahkan di tengah-tengah aksi tersebut orator aksi sempat meminta kader PDI Perjuangan itu naik ke mobil pick up untuk menyampaikan pernyataan. Maju pun kemudian maju memenuhi permintaan tersebut.

Sebelum mengeluarkan pernyataan, anggota dewan dari PDI Perjuangan itu terlebih dahulu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Zulkarnain beserta jajaran yang menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

“Pesan saya kepada SP NIBA dan SPTI, agar buruh jangan anarkis. Boleh menuntut hak, jangan mengganggu hak orang lain,” ujar anggota dewan yang sebelumnya berprofesi advokad itu.

Dia juga mengharapkan kepada pihak perusahaan agar  bertemu dengan para buruh untuk mencari solusi antara perusahaan dengan pihak buruh.

Selain dari orasi yang dilontarkan para orator, pihak buruh juga memberikan keterangan pers secara tertulis tuntutan-tuntutan mereka.

Dalam keterangan tertulis, pihak buruh dari Aliansi Perjuangan Serikat Pekerja Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, itu menuntut keadilan kepada pihak PT Indomarco Prismatama bahwa buruh hanya mengakui kepengurusan Pimpinan Unit Kerja (PUK) SP NIBA Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu yang diketuai Marin. Alasannya, kepengurusan di bawah pimpinan Marin sudah terdaftar di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Ini dibuktikan dengan Bukti Pencatatan Nomor 70/IV/07/VII/2002 tanggal 7 Juli 2002 dan ditetapkan tanggal 15 Juli 2020 yang sudah mendapat legalitas secara hukum.

Di samping itu FSP NIBA Provinsi Riau maupun Kampar mendesak PT Indomarco Prismatama agar segera menerima Marin sebagai mitra kerja untuk melanjutkan kerja sama yang selama ini sudah terjalin dan segera mengeluarkan Arman Ali dari lokasi kerja PUK SP NIBA di PT Indomarco Prismatama.

Kemudian mendesak PT Indomarco Prismatama memberhentikan Abas dan Nurdin dari jabatannya karena menurut dugaan pihak buruh, kedua pegawai PT Indomarco Prismatama itu merekayasa keabsahan Arman Ali sebagai Ketua PUK SP NIBA Desa Kubang Jaya dalam Surat Perjanjian Kerja Sama dan Surat Perintah Kerja dari PT Indomarco Prismatama.

Pihak buruh dalam keterangan tertulis itu juga menandaskan, jika tuntutan mereka tidak dikabulkan, mereka kembali akan melaksanakan aksi.

Sebelum tengah hari, pihak perusahaan akhirnya bersedia menerima buruh yang diwakili beberapa orang, antara lain Rukiah, Medison dan Toto. Maju juga turut serta.

Kepada dataprosa.com, di kantornya di Pekanbaru pada sore harinya, Rukiah yang juga berprofesi sebagai Advokad itu menuturkan, manajemen Indomarco Prismatama tetap merujuk kepada Keputusan Disperinaker yang sudah mengeluarkan Tanda Bukti Pencatatan serta Pemberitahuan Pergantian Pengurus PUK SP NIBA Desa Kubang Jaya dari Arman Ali kepada Marin.

“Pihak perusahaan meminta waktu selama 9 hari terhitung hari ini (sejak berlangsungnya aksi damai, red) guna melaksanakan keputusan tersebut,” ujar Rukiah didamping wakil sekretaris SP NIBA PD Provinsi Riau bernama Nixon Tobing. dp-01

147 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia