Hutang Rekening PJU Pemko Dibebankan kepada APBD

Robin Eduar

Pekanbaru, Indonesia-Data yang ada pada datapopsa.com, tercatat pihak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah menyicil hutang pembayaran rekening listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sebagaimana pemberitaan media ini sebelumnya, jumlah hutang keseluruhan kepada PLN yang harus dibayar Pemko melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Rp136,9 miliar.

“Pembayaran hutang Pemko itu dianggarkan pada APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-red) Kota Pekanbaru,” ujar Robin Eduar, Anggota Komisi IV, DPRD Kota Pekanbaru, kepada dataprosa.com, Senin (26/10-2020), di ruang kerjanya di gedung DPRD Pekanbaru.

Robin menjelaskan, pembayaran cicilan hutang PJU Pekanbaru dimulai pada tahun anggaran 2020. Dianggarkan per  tahun, pembayaran ke PLN dilakukan setiap bulan. “Jika rekening tak dibayar, PJU mati,” kata Robin lagi.

Kadishub Kota Pekanbaru Yuliarso melalui M Anshar, Kasi Penerangan Jalan, Bidang Keselamatan, Teknis, Sarana dan Prasarana (KTSP), kepada dataprosa.com, di ruang kerjanya di kantor Dishub Kota Pekanbaru, Senin (2/11-2020), senada dengan Robin, pembayaran hutang Pemko itu sudah dicicil.

Sebagaimana data yang ada pada dataprosa.com, selain rekening pemakaian PJU (meterisasi), pembayaran cicilan rekening itu oleh Pemko melalui Dishub Pekanbaru setiap bulan tercatat pada “Daftar Rekapitulasi Rekening PJU Meterisasi dan Nonmeterisasi Pemko Pekanbaru.” Misalnya sejak Juni-Agustus 2020, “hutang” di situ disebut sebagai “Cicilan Tagihan  Nonmeterisasi 2018,” yang ditandatangani Syahri Mara Bagyo, Manager Bagian Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan Unit Induk, Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Unit Pelayanan Pelanggan Pekanbaru (UP3) PT PLN.

Pada “Daftar Rekapitulasi Rekening PJU Meterisasi dan Nonmeterisasi Pemko Pekanbaru” per bulan itu tercantum pembayaran “Rekening Listrik Lampu Jalan Pekanbaru (Meterisasi).” Pada bagian lainnya juga tercatat pembayaran “Rekening Listrik Lampu Jalan Tersebar (Nonmeterisasi).” Selain itu ada pembayaran “Cicilan Tagihan Nonmeterisasi 2018,” plus biaya materai administrasi yang nilainya jutaan rupiah setiap bulan.

Sebagai contoh, pembayaran rekening PJU Pemko kepada PLN Pekanbaru pada Juni 2020. Terdiri dari tagihan rekening listrik PJU Pekanbaru (meterisasi) Rp1.341.558.622 dan Rekening Listrik Lampu Jalan Tersebar (Nonmeterisasi)
Rp4.463.213.387. Sedangkan biaya materai administrasi untuk bulan Juni ini terdiri dari biaya materai administrasi “Rekening Listrik PJU Pekanbaru (Meterisasi)” Rp4.761.000 dan biaya materai “Rekening Listrik Lampu Jalan Tersebar (Nonmeterisasi)” Rp150.000. Dengan kata lain, untuk biaya materai saja di bulan Juni ini Rp4.761.000 + Rp150.000 = Rp4.911.000 (Rp4,9 juta lebih).

Lalu, berapa biaya hutang “Cicilan Tagihan Nonmeterisasi 2018” yang dibayar? Pada “Daftar Rekapitulasi Rekening PJU Meterisasi dan Nonmeterisasi Pemko Pekanbaru” bulan Juni 2020, tercatat Rp5.729.883.164 (Rp5,7 miliar lebih). Jumlah Rp5,7 miliar lebih ini pembayarannya sama dengan bulan Juli dan Agustus 2020.

Jadi pada Juni 2020 Pemko melalui Dishub Pekanbaru membayar rekening PJU (meterisasi) Rp1.341.558.622 dan Rekening Listrik Lampu Jalan Tersebar (Nonmeterisasi) Rp4.463.213.387 ditambah Cicilan Tagihan Nonmeterisasi 2018 yaitu Rp5.729.883.164 serta biaya materai administrasi yaitu Rp4.761.000 + Rp150.000 = Rp4.911.000. Total biaya  pembayaran rekening untuk bulan Juni 2020 yaitu Rp11.539.566.173 (Rp11,5 miliar lebih).

Patut diketahui, pembayaran “Rekening Listrik Lampu Jalan Tersebar (Nonmeterisasi)” Juni-Agustus masing-masing jumlahnya sama setiap bulan, yakni Rp4.463.213.387 (hampir Rp4,5 miliar). Jumlah pembayaran rekening yang berbeda per bulan, yaitu untuk “Rekening Listrik Lampu Jalan Pekanbaru (Meterisasi).” Perbedaan itu juga terjadi setiap bulan pada biaya materai untuk administrasi “Rekening Listrik PJU Pekanbaru (Meterisasi).” Namun biaya materai untuk “Rekening Listrik Lampu Jalan Tersebar (Nonmeterisasi),” setiap bulan konstan, Rp150 ribu.

Berdasarkan data yang ada, untuk pembayaran rekening PJU bulan Juli 2020 termasuk cicilan, yakni Rp1.351.927.459 + Rp4.463.211.917 + Rp5.729.883.164 + Rp4.926.000 (biaya materai Rp4776000 + Rp150.000) total
Rp11.549.948.540 (Rp11,5 miliar lebih).

Lalu untuk pembayaran rekening PJU bulan Agustus 2020 yaitu Rp1.264.651.901 + Rp4.463.211.917 + Rp4.893.000 (Biaya materai Rp4.743.000 + Rp150.000) + Rp5.729.883.164. Total biaya pembayaran rekening oleh Pemko kepada PLN untuk bulan Agustus 2020 yakni Rp11.462.639.982 (Rp11,4 miliar lebih). dp-01

266 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia