M Anshar: Pembayaran Rekening PJU Pekanbaru, Turun

M Anshar. Foto: dok dataprosa.com

Pekanbaru, Indonesia-Setidaknya, dalam tiga bulan terakhir, pembayaran tagihan rekening listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), turun drastis dibanding pada bulan-bulan di tahun sebelumnya yang besarnya pernah mencapai lebih dari Rp10 miliar per bulan.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pernah tunggang langgang akibat pembayaran rekening listrik PJU dalam satu bulan sampai Rp13 miliar. Tak tanggung-tanggung, akibatnya pihak PLN Pekanbaru pun tak segan-segan beberapa kali memutus aliran listrik PJU. Buntut-buntutnya, Kota Pekanbaru pun sempat gelap gulita karena Pemko tak sanggup bayar energi listrik ke perusahaan plat merah itu.

Saat Sekretaris Kota Pekanbaru dijabat HM Noer, pihak Pemko pernah meminta agar PLN jangan memutus aliran listrik PJU Pekanbaru, sebagaimana dikutip dari laman riaupotenza.com, Rabu, 2 Januari 2019. Namun PLN waktu itu tetap menyegel dan memadamkan aliran PJU.

“Jangan korbankan masyarakat. Kalau lampunya milik Pemko saja, cabutlah. Tapi jangan masyarakat yang dirugikan,” kata HM Noer, Rabu (2/1-2019),  waktu itu.

Dari keadaan tersebut, gara-gara utang Pemko itu, terjadi kemelut. Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekanbaru pun paling tidak sempat dua kali sibuk me-mediasi urusan hutang piutang Pemko-PT PLN (Persero).

Lantas, pasca mediasi dan kemudian setelah Pemko melakukan pembenahan-pembenahan, setidak-tidaknya dalam tahun 2020 ini berapa jumlah pembayaran rekening PJU setiap bulan yang diterima PLN Area Pekanbaru? Apakah ada perubahan?

Manager Unit Pelayanan Pelanggan Pekanbaru (UP3) PLN Pekanbaru Himawan Sutanto yang dihubungi wartawan di Pekanbaru, Selasa (8/9-2020), diterima melalui Humas bernama Usman.

Kepada wartawan, Usman menuturkan, belum mengetahui berapa jumlah tagihan rekening listrik PJU per bulan yang diterima PT PLN dari Pemko Pekanbaru. Alasannya, dirinya akan menghubungi rekan-rekannya terlebih dahulu. Usman berjanji, akan memberitahukan informasi tersebut kepada wartawan, termasuk dataprosa.com.

Tapi rupa-rupanya, PT PLN Pekanbaru menutup rapat-rapat informasi menyangkut urusan duit tagihan rekening listrik PJU Pekanbaru itu. Hingga berita ini tayang, janji dari Usman hanyalah janji tinggal janji. Tunggu punya tunggu, hingga kini, sama sekali tak ada kabar yang diterima dataprosa.com.

Untuk membayar rekening PJU Pekanbaru, duitnya berasal dari warga Pekanbaru yang ditarik melalui masing-masing rekening listrik masyarakat. Bagi PT PLN Kota Pekanbaru, bisa jadi berapa pembayaran rekening listrik PJU setiap bulan belakangan ini yang diterima, tak perlu “dibeberkan” kepada publik.

Untuk urusan duit rekening PJU itu, Pemko melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, sudah lebih transparan.

Kadishub Kota Pekanbaru Yuliarso melalui M Anshar, Kasi Penerangan Jalan, Bidang Keselamatan, Teknis, Sarana dan Prasarana (KTSP), kepada dataprosa.com, Rabu (16/9-2020), di ruang kerjanya menyebutkan, dibanding tahun lalu, pembayaran rekening listrik PJU Kota Pekanbaru per bulan sudah turun. “Tahun depan ditargetkan bisa menjadi kira-kira empat miliar rupiah,” ujar Sarjana Teknik Listrik yang akrab disapa Aan itu. 

Aan kemudian mengungkap berapa jumlah duit rekening PJU yang harus disetorkan Dishub kepada PT PLN, paling tidak dalam tiga bulan terakhir tahun ini.

Untuk bulan Juni 2020, pembayaran tagihan rekening PJU yakni Rp5.804.772.009 (Rp5, 8 miliar lebih). Bulan Juli Rp5.815.139.376 (Rp5, 8 miliar lebih) dan pembayaran pada Agustus Rp5.727.863.818 (Rp5,7 miliar lebih).

Pembenahan PJU

Sebagai catatan, setidak-tidaknya sejak Pemko keteteran membayar rekening PJU, terlebih pasca mediasi Pemko-PT PLN, pihak Kota Pekanbaru yang dipimpin Firdaus selaku Wali Kota, banyak melakukan pembenahan.

Upaya-upaya pembenahan atau peningkatan yang dilakukan, umpamanya, adanya proyek Pengadaan Lampu Hemat Energi (LHE) dan Operan Piting E, 40 KE E 27 yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Angaran 2018 yang dikerjakan CV OTG Projector selaku pemenang tender dengan nilai penawaran Rp2.722.500.000 (Rp2, 7 miliar lebih). Proyek dilelang pada 2018, tapi pelaksanaannya di 2019.

Kemudian, selain pengadaan lampu LHE, ada pula kegiatan yang berhubungan dengan meterisasi. Yakni Pekerjaan Pemasangan Jaringan Meterisasi, sebagaimana yang sudah dipublikasi pada Pengumuman Lelang 2019. Sumber dananya berasal dari APBD Kota Pekanbaru 2019. Pemenangnya PT Ramanda Bersaudara yang mengajukan penawaran Rp1.392.160.000.

Kegiatan lainnya, Belanja Alat Listrik dan Elektronik (Lampu pijar, batere kering) tahun anggaran 2019. Nama pemenang lelang, yaitu PT Cahaya Persada Mandiri dengan mengajukan penawaran Rp6.701.200.000 (Rp6,7 miliar lebih).

Di tahun anggaran 2019 itu juga, berdasarkan publikasi hasil pengumuman lelang, ada lagi kegiatan Pekerjaan Pengadaan Instalasi PJU Tenaga Surya (TS). Pemenang tender PT Era Liardy Hafza. Dengan nilai kontrak Rp4.930.310.000 (Hampir Rp5 miliar).

Lalu, di tahun anggara 2020 ini, ada pula kegiatan Pengadaan Kendaraan Mobil Tangga Penerangan Jalan Umum 18 Meter Dishub. Pemenang tender PT Berkat Anugerah Raya yang mengajukan penawaran Rp 1.634.270.000 (Rp1, 6 miliar lebih).

Dari keadaan tersebut dapat diketahui, sejak mengalami problema akibat lilitan utang rekening listrik PJU kepada PLN, Pemko sudah menggelontorkan dana miliaran rupiah melalui pelbagai kegiatan yang berkait dengan PJU.

Pemeriksaan BPK

Dari kegiatan-kegiatan yang sudah berlangsung itu, khusus proyek senilai Rp6,7 miliar lebih, dikutip dari laman satelit.co, Sabtu (5/9-2020), sudah di-audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Riau. Dalam tayangan berita di satelit.co, dari hasil pemeriksaan BPK, kegiatan ini disebut sebagai proyek terkait meterisasi, yakni “Pemasangan  Meterisasi PJU Pekanbaru.” Sedangkan oleh Pemko Pekanbaru, proyek senilai Rp6, 7 miliar itu disebut sebagai kegiatan
“Belanja Alat Listrik dan Elektronik (Lampu pijar, batere kering).”

Sedangkan di sisi lain, di Pemko sendiri ada kegiatan khusus yang berhubungan dengan kata “meterisasi,” yaitu pekerjaan “Pemasangan Jaringan Meterisasi” itu tadi, senilai Rp1.392.160.000.

Berangkat dari keadaan tersebut, selain proyek senilai Rp6, 7 miliar tadi, apakah kegiatan-kegiatan seperti yang disebutkan, sudah di-audit pihak BPK? Khususnya kegiatan Pekerjaan Pengadaan Instalasi PJU Tenaga Surya (TS) dengan nilai kontrak yang hampir Rp5 miliar? Untuk pertanyaan ini, belum ada kabar.

Tapi yang pasti, penjelasan M Anshar kepada dataprosa.com, pekerjaan Pengadaan Instalasi PJU Tenaga Surya sudah diaksanakan. dp-01

114 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia