Dari Ajang Pesparawi Nasional XIV Manokwari: LPPD Riau Belum Melapor?
Riau, Indonesia–Ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV tahun 2026 baru saja selesai diselenggarakan di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Riau merupakan salah satu peserta di antara 38 provinsi yang hadir.
Pelaksanaan Pesparawi berlangsung dengan rangkaian acara utama pada 18 hingga 28 Juni 2026, berpusat di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, di provinsi bagian timur Indonesia itu.
Perlombaan pada Pesparawi Nasional terdiri dari Kategori Solo dan Vokal: Solo Anak (7–9 tahun), Solo Anak (10–13 tahun), Solo Remaja Putri, Solo Remaja Putra, dan Vocal Group Remaja.
Kemudian Kategori Paduan Suara: Paduan Suara Anak (7–13 tahun), Paduan Suara Remaja, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Dewasa Pria, serta Paduan Suara Dewasa Campuran.
Selanjutnya Kategori Musik Gerejawi: Musik Pop Gerejawi dan Musik Gerejawi Nusantara/Etnik.
Dari tiga kategori yang terdiri dari 12 jenis yang diperlombakan tadi, Riau hanya mengirimkan peserta Paduan Suara Wanita (PSW) yang berjumlah 26 orang, belum termasuk official.
Meski dalam kondisi “terseok-seok,” keikutsertaan rombongan Pesparawi Riau menuju Manokwari tak terlepas dukungan baik moral maupun materil dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto.
Dukungan itu dapat dilihat, misalnya, bagaimana Plt Gubri antusias menerima kunjungan silaturahmi jajaran pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Riau, 27 Juni 2026, di Ruang Rapat Wakil Gubernur Riau, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru.
Pertemuan tersebut sekaligus dalam rangka pelepasan keberangkatan kontingen Provinsi Riau untuk mengikuti ajang Pesparawi XIV Tingkat Nasional itu.
Namun sejak kembali ke Riau dari Manokwari, hingga berita ini tayang, dari informasi yang diperoleh dataprosa.com, LPPD Riau belum melapor ke Plt Gubernur. Sedangkan saat berangkat, mereka menjalani acara pelepasan ketika melakukan audiensi yang diterima Plt Gubri SF Hariyanto itu tadi.
Kepada wartawan, termasuk dataprosa.com, Surya Buwono Plt Kepala Bagian (Kabag) Bina Mental Spiritual pada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau, Selasa (21/7-2026) di ruang kerjanya berharap, agar LPPD Riau melaporkan ke gubernur bagaimana hasil kegiatan ke Manokwari yang diikuti LPPD beserta jajarannya.
Dengan kata lain, Surya berharap pihak LPPD Riau dapat bertatap muka kembali dengan Plt Gubernur Riau.
Dari harapan Gubernur melalui Surya itu paling tidak dapat dipahami, jika LPPD melapor ke Plt Gubri, dengan begitu dapat di-identifikasi apa saja hambatan yang dialami Tim Pesparawi dalam mengikuti ajang tingkat nasional itu. Sehingga, kelak rombongan Pesparawi Riau untuk mengikuti Pesparawi tingkat nasional yang sudah direncanakan berlangsung di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sudah bisa lebih siap lagi.
“Tentunya melaporkan hasilnya. Tak salah juga disampaikan kendala dan persiapan perhelatan selanjutnya,” sebut Surya.
Dia juga menegaskan, memang untuk kegiatan rutin tingkat nasional sekali tiga tahun itu kali ini tidak ada alokasi dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau untuk mendukung Pesparawi.
Meski begitu, saat Tim LPPD melakukan audiensi, itu Plt Gubernur menyatakan berupaya mencari alternatif lain. Yakni merekomendasikan melalui jajarannya agar ada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau memberikan bantuan. Akhirnya, yang bersedia mendukung terutama dari segi materi yakni Riau Petroleum Rokan melalui program dana Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan jumlah Rp150 juta.
Dalam penjelasannya, Surya mengungkap, duit yang Rp150 juta itu merupakan biaya tiket per orang Rp12 juta. Tanpa mempersoalkan pulang atau pergi: yang jelas Rp12 juta per orang. Dengan demikian, duit yang Rp150 juta itu hanya cukup untuk membiayai tiket 12 orang peserta. Yang didistribusikan ke rekening LPPD. “Dari proposal yang diajukan, yang disetujui tiket untuk 12 orang,” tandas Surya.
Dengan demikian, untuk membiayai Tim Pesparawi berangkat ke Manokwari, selain bantuan CSR Riau Petroleum Rokan yang di-rekomendasi Plt Gubri SF Hariyanto, ada juga dukungan dana Kementrian Agama (Kemenag) melalui Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen, Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Riau. Menurut Pembimas Kristen, yakni St Armin Antoni Silaban, kepada wartawan termasuk dataprosa.com di ruang kerjanya, Selasa (21/7-2026), bantuan dari Kemenag untuk Riau Rp400 juta. Dari jumlah ini, Rp300 juta untuk kepentingan Pesparawi.
Armin juga tak lupa menyatakan, rombongan Pesparawi yang berangkat ke Manokwari, seluruhnya 40 orang. Dengan kata lain, 26 di antaranya anggota PSW.
Dari keadaan itu terdapat kesimpulan sementara, dalam mengikuti ajang Pesparawi tingkat nasional di Manokwari, kontingen Riau melalui LPPD Riau cuma punya duit Rp300 juta + Rp150 juta, total Rp450 juta. Sementara dari perhitungan sementara dataprosa.com, pengeluaran yang riil dari informasi yang dirangkum, diperkirakan lebih dari Rp1 miliar.
Jika begitu, apa saja item anggaran yang dikeluarkan LPPD Riau guna membawa rombongan Pesparawi Riau ke sana yang diperkirakan berbiaya lebih Rp1 miliar itu?
Tiurmaida Silitonga, selaku Ketua PSW Riau yang berangkat ke Manokwari, kepada wartawan secara garis besar, umpamanya, menyebut, biaya kostum (gaun, sepatu, aksesoris, make up dan lain-lain) saja diprediksi Rp24 juta per orang dengan peserta 26 orang dibiayai LPPD Riau.
Sedangkan untuk urusan tiket, dari hari ke hari harganya memang fluktuatif. Dalam penjelasan Tiurmaida, pada saat menuju Manokwari, ongkosnya diperkirakan Rp12 juta per orang. Biaya tiket dari Pekanbaru ke lokasi, ini memang ditanggulangi LPPD Riau. Sedangkan jumlah rombongan seluruhnya yang berangkat 40 orang termasuk peserta PSW 26 orang. Itu belum termasuk uang saku yang diberikan LPPD kepada peserta masing-masing Rp2 juta yang kemudian dikompensasi dalam bentuk refreshing ke Raja Ampat usai mengikuti ajang Pesparawi.
Sedangkan, harga tiket dari Manokwari ke Pekanbaru, kata Tiurmaida, Rp7,8 juta per orang, peserta PSW bayar masing-masing.
Yang patut menjadi catatan, dari yang berangkat ke Manokwari sebanyak 40 orang, itu ada yang suami-istri. Namun hingga berita ini tayang, dataprosa.com belum memperoleh informasi, apakah ada dari 26 peserta PSW itu yang ikut-ikutan memboyong suaminya turut serta ke sana.
Lalu, dari mana sumber dana yang dihimpun LPPD Riau untuk membiayai mulai dari keberangkatan Pesparawi dan biaya kostum itu saja sudah lebih dari Rp1 miliar? Selain dari duit yang Rp450 juta itu tadi? Untuk hal ini, dataprosa.com masih menelusurinya. Menurut informasi yang belum dikonfirmasi, kabarnya selain ke Riau Petroleum Rokan, ada juga proposal lain yang beredar.
Guna melakukan konfirmasi, hingga saat berita ini tayang, dataprosa.com belum memperoleh penjelasan baik dari Sekretaris, Bendahara terlebih Ketua LPPD Riau.
Bendahara LPPD Riau Hotasi Purba yang dihubungi dataprosa.com, Sabtu (1/8-2026) melalui aplikasi WhatsApp (WA) guna melakukan konfirmasi, menyatakan agar menghubungi Ketua LPPD Riau saja. Karena menurut Hotasi, Ketua yang lebih berkompeten memberi penjelasan.
Sebelumnya, dataprosa.com memang sudah menghubungi Albert Tarigan Ketua LPPD Riau juga melalui aplikasi WA, Kamis (30/7-2026) guna melakukan konfirmasi. Dia menyebut, dirinya tidak dapat langsung memberi keterangan kepada dataprosa.com. Dia bilang, diskusi dulu dengan pihak terkait.
“Kami diskusi dulu secara Team (Tim-red) LPPD dan Pembimas Kristen. Kita akan atur waktu untuk itu Pak,” begitu yang ditulis Albert lewat WA kepada dataprosa.com.
Hingga berita ini tayang, dataprosa.com masih menunggu janji Albert, pria yang juga menjabat Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Riau ini. red
57 kali dilihat, 57 kali dilihat hari ini
